Kompas TV nasional kesehatan

Mengenal Omicron, Varian Baru Covid-19 yang Ditetapkan WHO sebagai Varian Mengkhawatirkan

Minggu, 28 November 2021 | 14:38 WIB
mengenal-omicron-varian-baru-covid-19-yang-ditetapkan-who-sebagai-varian-mengkhawatirkan
ilustrasi. Saat ini telah ditemukan varian Covid-19 baru, B.1.1.529, atau yang diberi nama Omicron. WHO menetapkan varian baru itu sebagai varian mengkhawatirkan. (Sumber: kompas.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Saat ini telah ditemukan varian Covid-19 baru, B.1.1.529, atau yang diberi nama Omicron. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan varian baru tersebut sebagai varian mengkhawatirkan.

Diketahui, situasi epidemiologis di Afrika Selatan telah ditandai oleh tiga puncak berbeda dalam kasus yang dilaporkan, yang terakhir didominasi varian Delta. 

Dalam beberapa minggu terakhir, jumlah infeksi dilaporkan telah meningkat tajam, bertepatan dengan terdeteksinya varian B.1.1.529 atau Omicron.

Infeksi Omicron terkonfirmasi pertama kali berasal dari spesimen yang dikumpulkan pada 9 November 2021.

Apa itu Varian Omicron?

Varian Omicron berasal dari Afrika Selatan. Varian ini pertama kali ditemukan oleh para ilmuwan di tengah angka kasus yang sedang melambung tinggi di negara tersebut.

Omicron pertama kali dilaporkan ke WHO oleh Afrika Selatan pada 24 November 2021.

Varian ini memiliki 32 mutasi pada bagian protein lonjakan (spike protein).

Baca Juga: Waspada Varian Baru Omicron Bisa Reinfeksi Pasien Covid-19 dan Turunkan Efikasi Vaksin

Padahal spike protein disebut banyak digunakan berbagai vaksin untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh melawan Covid-19.

Artinya, jika terjadi mutasi pada lonjakan protein, hal tersebut dimungkinkan dapat mempengaruhi kemampuan virus untuk menginfeksi sel manusia dan mempersulit kekebalan sel untuk menyerang patogen.

Penulis : Nurul Fitriana | Editor : Edy A. Putra

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
07:43
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19