Kompas TV nasional kriminal

Update Kasus Mutilasi di Bekasi: Polisi Hendak Selidiki Kronologi Sebelum Korban Dibunuh

Sabtu, 27 November 2021 | 20:48 WIB
update-kasus-mutilasi-di-bekasi-polisi-hendak-selidiki-kronologi-sebelum-korban-dibunuh
Ilustrasi kasus mutilasi di Bekasi. (Sumber: Tribunnews)

BEKASI, KOMPAS.TV - Polisi terus menyelidiki kasus mutilasi di Bekasi, Jawa Barat dengan memastikan identitas korban lewat potongan tubuh yang ditemukan. Setelah itu, polisi akan mendalami kronologi kejadian sebelum korban dibunuh.

"Jadi itu yang kita temukan, nah bungkusan kain itu dimasukkan ke dalam plastik warna hitam. Lalu potongan-potongan ini sudah kami bawa ke rumah sakit untuk kepentingan pemeriksaan," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan pada KOMPAS TV, Sabtu (27/11).

Menurut Zulpan, pihaknya sedang mencocokkan DNA untuk memastikan identitas korban dengan terduga keluarganya. 

Baca Juga: Ini Keterangan Saksi Saat Temukan Potongan Tubuh di Bekasi yang Diduga Korban Mutilasi

"Dugaan sementara inisialnya adalah RS, saat ini kami sedang dalam proses mencocokkan DNA ya dan kami juga sudah memanggil keluarga RS," tuturnya.

Berdasarkan laporan dari jurnalis KOMPAS TV Agi Kurniasandi, pihak kepolisian juga melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan para saksi di lokasi penemuan potongan tubuh korban.

“Selama menunggu hasil pemeriksaan, pihak kepolisian juga meminta warga sekitar untuk melaporkan, jika ada anggota keluarga yang hilang,” kata Agi.

Seorang keluarga di sekitar Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mengaku mengenali tubuh korban dan menyebut korban telah hilang selama dua minggu.

“Polisi berusaha menunjukkan bagian tubuh yang ditemukan ini pada keluarga. Pihak keluarga mengaku mengenali bagian tubuh korban,” beber Agi.

Baca Juga: Terjadi di Exit Tol, Polisi Selidiki Penembakan di Bintaro: Satu Korban Jalani Perawatan

Penulis : Ahmad Zuhad | Editor : Gading Persada

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
02:30
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19