Kompas TV nasional peristiwa

Blak-blakan! Ahok: Kalo Mau Jadi Dirut, Anda Harus Berani Eksekusi Proyek!

Sabtu, 27 November 2021 | 17:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama meminta para Direktur Utama BUMN untuk berani mengeksekusi proyek perusahaan sesuai dengan kajian yang telah dilakukan.

Bahkan, pria yang juga akrab disapa Ahok ini terang-terangan mengatakan bahwa mereka yang tidak berani eksekusi agar tidak menjadi Dirut.

Hal itu disampaikan oleh Ahok dalam video yang diunggah di kanal Youtube Panggil Saya BTP, Jumat (19/11/2021).

Baca Juga: Ahok: Banyak Oknum Direksi BUMN Seolah-Olah Takut, Padahal Juga Maling

"Saya kira BUMN ini kalau mau jadi dirut (direktur utama), Anda harus berani eksekusi, kalau tidak berani eksekusi, jangan jadi dirut," ujar Ahok dalam video tersebut.

Ahok menegaskan bahwa keberanian tersebut penting karena mereka sudah digaji dengan nominal yang besar. Dengan begitu, wajar bila memiliki tanggung jawab dan tantangan kerja yang besar, termasuk soal mengeksekusi proyek.

Dalam hal ini, Ahok bahkan suka menjadikan hal tersebut sebagai bercandaan.

"Saya suka bercanda, 'Gaji gue sama tunjangan kalau dihitung-hitung mungkin cuma 35 persen, teorinya sih 45 persen (dari dirut)', tapi masa eksekusi mesti kasih kepada kita yang komut (komisaris utama) gitu loh? Jadi saya suka becanda, 'Kalau berani terima gaji besar, tantiem besar, ya Anda harus berani eksekusi' begitu," kata Ahok.

Ia menyebut kalau ada beberapa Dirut BUMN yang dinilainya tidak berani dalam mengeksekusi proyek perusahaan karena takut dan salah perhitungan.

"Tapi persoalan soal business judgement kan ya namanya juga bisnis, bisa untung, bisa rugi,” kata Ahok.

Editor: Laurensius Galih

Penulis : Desy Hartini

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
23:17
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19