Kompas TV religi beranda islami

Gus Baha Jelaskan Hukum Wudu atau Mandi Junub di Toilet Hotel, Sah atau Tidak?

Sabtu, 27 November 2021 | 17:32 WIB
gus-baha-jelaskan-hukum-wudu-atau-mandi-junub-di-toilet-hotel-sah-atau-tidak
Gus Baha menjelaskan wudu atau mandi junub di toilet hotel, sah atau tidak ya? (Sumber: Situs Resmi NU)

JAKARTA, KOMPAS.TV - KH Bahaudin Nursalim atau biasa disapa Gus Baha menjelaskan soal hukum tentang wudu maupun mandi junub di toilet hotel.

Hal ini terkait dengan ketakutan dan was-was dari sebagian orang terkait sisi kenajisan, maupun sah atau tidaknya hal itu jika dilakukan.

Lantas, hotel yang memang biasanya kecil dengan kamar mandi yang biasanya juga tidak besar, air yang digunakan ditakutkan akan menciprat.

Ditakutkan, lagi-lagi, hal itu jadi alasan tidak sah untuk bersuci dan berimbas ke ibadah.  

“Hotel itu kan kamar mandinya kecil, bak kamar mandinya juga kecil. Kalau kita mandi junub atau pakai gayung, airnya kan pasti menciprat.

Lantas, menciprat lalu jatuh di bak mandi air kecil tadi. Kan jadinya air itu terpakai (tidak sengaja untuk bersuci) lagi, bagaimana?” papar Gus Baha di situs resmi Santri Gayeng, KOMPAS.TV sudah mendapatkan izin mengutipnya.

Lantas Gus Baha bercerita soal pelbagai mazbah terkait air yang bersuci ini. Ada yang melarang karena itu air yang dalam bahasa Fiqih disebut musta’mal, air yang sudah dipakai. Namun kata Gus Baha, ada juga yang membolehkan.

“Nah, kalau seperti itu, bagaimana? Kalau kita tidak intiqol (pindah) mazhab, pusing kan kita? Jadi perpindahan mazhab itu ke yang memperbolehkan air itu suci,” kata Gus Baha.

Dengan berkelakar, Gus Baha pun memberi jawaban ketika nanti ditanya di akhirat soal perpindahan mazhab ini. 

“Kalau ditanya Allah, kok pakai air bersuci kok berulang kali, jawab saja 'saya pindah mazhab ya Allah' diajarin Gus Baha. Jawab saja begitu. Karena kalau ditanya soal alasan pindah mazhab dan lain, kalian bingung pasti, tambah ruwet,” canda Gus Baha.

Penulis : Dedik Priyanto | Editor : Gading Persada

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


SATU MEJA

Cemas, Omicron Meluas - SATU MEJA

Kamis, 6 Januari 2022 | 07:58 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
08:21
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19