Kompas TV regional peristiwa

Beri Uang ke Manusia Silver, 3 Orang Warga Sleman Dapat Denda

Sabtu, 27 November 2021 | 12:43 WIB
beri-uang-ke-manusia-silver-3-orang-warga-sleman-dapat-denda
Ilustrasi. Sebanyak 3 warga Sleman, Yogyakarta, dijatuhi hukuman membayar denda karena memberi uang kepada manusia silver di jalanan. (Sumber: Kompas.com)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Nasib malang menimpa tiga warga Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mereka disidang dan mendapatkan denda sebesar Rp50.000 gara-gara memberi uang kepada manusia silver di pertigaan Jalan Solo-Yogyakarta, Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok.

Kepala Bidang Penegakan Perundang Undangan Pol PP DI Yogyakarta Nur Hidayat mengatakan, ketiga terdakwa yakni S, M, dan W disidang di Pengadian Negeri Sleman.

"Mereka ngasih (uang) ke manusia silver. Memang kami ada operasi khusus yustisi gelandangan pengemis (gepeng), di DI Yogyakarta," jelasnya dikutip dari Kompas.com, Jumat (26/11/2021).

Baca Juga: Fenomena Manusia Silver, Bahaya Cat Silver bagi Tubuh: Bisa Menyebabkan Penyakit Paru

Pemberian sanksi berupa denda bagi pemberi uang ke pengemis atau gelandangan ini jadi yang pertama kali dilaksanakan oleh Pemerintah DIY melalui Satpol PP DIY.

Aturan ini merujuk pada Peraturan Daerah (perda) 1/2014 tentang penanganan gelandangan dan pengemis.

Dalam perda tersebut pasal 22 ayat (1) berbunyi setiap orang/ lembaga/ badan hukum dilarang memberi uang/barang kepada gelandangan atau pengemis di tempat umum.

Baca Juga: Sudinsos Jakpus Bakal Kirim Manusia Silver ke Panti Sosial

Kepala Satpol PP DI Yogyakarta Noviar Rahmad mengimbau kepada masyarakat untuk memberikan sumbangan melalui lembaga sosial ketimbang diberikan pada pengemis di jalan.

Terkait tiga orang yang didenda, dia menambahkan, hal tersebut merupakan efek jera bagi pelanggar peraturan.

Penulis : Danang Suryo | Editor : Edy A. Putra

Sumber : Kompas.com



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
04:20
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19