Kompas TV tekno internet

Mengenal Potensi Kejahatan Social Engineering dari Fitur Add Yours Instagram, Apa Itu?

Jumat, 26 November 2021 | 16:44 WIB
mengenal-potensi-kejahatan-social-engineering-dari-fitur-add-yours-instagram-apa-itu
Tren sticker Add Yours di Instagram Stories. Pengguna bebas memasukkan apa saja untuk menjawab tantangan, termasuk data pribadi. (Sumber: Kompas.com)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Pakar Teknologi Informasi (TI) Universitas Gadjah Mada (UGM) Ridi Ferdiana menyebutkan fitur stiker Add Yours di Instagram berisiko mencuri data pribadi pengguna. Sebab, dalam fitur yang sedang menjadi tren itu, pengguna diminta menyebutkan data pribadi seperti nama panggilan, tanggal lahir, tanda tangan, dan sebagainya.

Menurut Ridi, Instagram melalui challenge atau tantangannya itu sebenarnya ingin meningkatkan komunikasi dan interaksi sesama pengguna.

“Hal ini penting sekali bagi pemegang brand, perusahaan, atau figur yang hendak meningkatkan follower atau lalu lintas komunikasi,” ujarnya, Jumat (26/11/2021).

Tantangan yang diberikan itu membuat pengguna yang tertarik mengikuti  dan mengunggah data-data pribadi yang sebenarnya hanya untuk digunakan kegiatan privat seperti perbankan dan kegiatan legal lainnya.

Baca Juga: Mulai 2023, Layanan Pesan di Facebook dan Instagram Baru akan Dilindungi Fitur Enkripsi

Ia mengungkapkan, informasi yang dibagikan dalam tantangan tersebut dapat diakses orang lain dan ada peluang digunakan untuk hal yang tidak bertanggung jawab atau justru membuka celah kejahatan social engineering

Social Engineering atau rekayasa sosial menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berupa penggunaan sarana penipuan untuk mendapatkan akses terhadap sistem komputer yang dilindungi oleh kata kunci atau identitas pengguna. Pelaku penipuan memanfaatkan kelengahan korban untuk mencari data pribadi dari korban. Lalu data yang diperoleh tersebut bisa dimanfaatkan pelaku untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

"Pada kasus Instagram, social engineering dilakukan dengan secara tidak sengaja memberikan tantangan yang sifatnya tidak serius seperti nama panggilan, nama kucing, dan sebagainya,” ucap Ridi.

Meskipun demikian, data yang diunggah ke fitur Instagram itu tetap memberikan peluang penipuan, misal menggunakan nama kecil dan berpura-pura menjadi teman untuk menipu.

Baca Juga: WhatsApp Jajal Fitur Reaction di Android, Mirip dengan DM Instagram, Seperti Apa?

Penulis : Switzy Sabandar | Editor : Vyara Lestari

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
08:34
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19