Kompas TV regional berita daerah

Kasihan! Kakak Beradik dari Keluarga Kurang Mampu Menderita Mikrosefalus

Jumat, 26 November 2021 | 14:30 WIB

JEMBER, KOMPAS.TV - Dua orang anak kakak beradik di Jember Jawa Timur menderita mikrosefalus atau kelainan kepala sehingga perkembangan otak tidak normal. Meski usianya sudah menginjak 18 dan 11 tahun, namun pertumbuhan mereka tidak normal.

Rudi, usia 18 tahun, warga Desa Jatimulyo, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember terlihat aktif saat ditemui oleh warga. Secara fisik, ia terlihat tidak seperti anak seusianya, bentuk kepalanya berukuran kecil, karena menderita mikrosefalus, sehingga pertumbuhan otaknya terganggu.

Kondisi serupa juga dialami adiknya, yakni Rosidi, usia 11 tahun. Bahkan kondisi Rosidi lebih parah, ia tidak bisa berjalan dan pandangan matanya terbatas sehingga harus digendong.

Kakak beradik itu terlahir dari keluarga kurang mampu, yakni pasangan Syaiful dan Maryam. Saat lahir, kedua anak tersebut nampak normal, namun saat semakin besar, pertumbuhannya tidak normal.

Maryam dan suaminya merawat kedua anaknya dengan penuh kasih sayang. Maryam menganggap Rudi dan Rosidi adalah titipan tuhan yang harus dijaga.

Baca Juga: Memprihatinkan! Tak Punya Rumah, Bapak dan 2 Anaknya Tinggal di Pos Kamling

Pasangan Syaiful dan Maryam sebenarnya memiliki lima anak, namun ketiga anaknya telah meninggal dunia.

Menurut Plt Kepala Dinas Kesehatan Jember, Lilik Lailiyah, mikrosefalus merupakan kondisi kelainan kesehatan dengan kepala berukuran lebih kecil dan pertumbuhan otak terganggu.

Rudi dan Rosidi perlu mendapat pendampingan ekstra dari orang tuanya setiap hari, mulai dari mandi, makan dan tidur. Karena menderita mikrosefalus, keduanya pun tidak sekolah. Kebutuhan sehari-hari mereka, hanya mengandalkan kiriman dari bapaknya, yang bekerja serabutan di Madura.

 

#mikrosefalus #pertumbuhanotak #keluargamiskin

Penulis : KompasTV Jember

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
14:32
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19