Kompas TV nasional sosial

APBD Rp 226 Triliun Mengendap di Bank Disebut Bisa Terjadi Penyimpangan

Jumat, 26 November 2021 | 07:10 WIB

KOMPAS.TV - Dana APBD sebesar 226 triliun rupiah kini mengendap di bank. Presiden Jokowi menyebut jumlah dana APBD yang mengendap tersebut bertambah dari sebelumnya yang mencapai 170 triliun rupiah.

Inilah kegeraman yang diperlihatkan Presiden Jokowi saat mengetahui ada 226 triliun rupiah dana APBD yang mengendap di bank, jumlahnya bahkan naik dibanding bulan Oktober lalu. Sementara tahun anggaran 2021 tersisa satu bulan lagi.

Atas kegeraman presiden, Kemendagri menyebut langsung mengidentifikasi penyebab mengendapnya anggaran di daerah.

Dalam program Sapa Malam, Staf Khusus Menteri Dalam Negeri Kastorius Sinaga menyebut Kementerian Dalam Negeri telah melakukan sejumlah langkah. Salah satunya merampingkan birokrasi yang menghambat pembayaran di daerah.

Sementara Gubernur Jawa Barat, optimistis penyerapan APBD di provinsinya tahun ini akan tinggi. Tahun lalu, penyerapan anggaran di Jawa Barat mencaapai 93%. 

Baca Juga: Jokowi Geram APBD Mengendap Hingga Rp 226 Triliun

Meski demikian, Ridwan Kamil pun mengusulkan agar pembayaran proyek pembangunan infrastruktur kepada kontraktor di daerah dapat dilakukan di setiap bulan, agar penyerapan APBD tidak mengendap di akhir tahun.

Dana APBD 200-an triliun rupiah yang mengendap di bank, juga disorot Sekjen Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran, Fitra Misbah Hasan. Ia menyebut ada potensi penyimpangan dari mengedapnya dana APBD di bank. Fitra khawatir mengendapnya dana APBD sengaja dilakukan untuk keuntungan pihak tertentu.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengaku geram dengan kepala daerah yang tidak optimal dalam membelanjakan anggaran daerah. Padahal realisasi program pembangunan menjadi salah satu penggerak roda ekonomi.

Penulis : Luthfan

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
07:13
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19