Kompas TV internasional kompas dunia

Nobatkan Pejabat Kontroversial UEA sebagai Presiden, Interpol Tuai Protes

Jumat, 26 November 2021 | 00:05 WIB
nobatkan-pejabat-kontroversial-uea-sebagai-presiden-interpol-tuai-protes
Mayjen Ahmed Naser al-Raisi tampak berbicara menggunakan ponselnya dalam sidang tahunan Interpol hari pertama di Istanbul, Turki, Selasa (23/11/2021). Al-Raisi, seorang pejabat kontroversial yang dituding melakukan penyiksaan sewenang-wenang, terpilih menjadi presiden Interpol yang baru. (Sumber: AP Photo/Francisco Seco)

ISTANBUL, KOMPAS.TV – Interpol memilih seorang pejabat kontroversial dari Uni Emirat Arab (UEA) sebagai presiden baru pada Kamis (25/11/2021). Pemilihan itu berlangsung selama Sidang Umum tahunan badan penegak hukum internasioal itu digelar selama tiga hari di Istanbul, Turki.

Melansir Associated Press, Mayjen Ahmed Naser al-Raisi, inspektur jenderal di Kementerian Dalam Negeri UEA dan anggota Komite Eksekutif Interpol, terpilih sebagai presiden Interpol untuk masa jabatan selama 4 tahun. Al-Raisi dituduh oleh kelompok hak asasi manusia terlibat dalam penyiksaan dan penahanan sewenang-wenang di UEA. 

Menurut Interpol, Al-Raisi terpilih setelah tiga putaran pemilihan. Ia berhasil mendulang 68,9 persen suara dalam putaran terakhir.

Baca Juga: Meski Tak Terpublikasi, Red Notice Harun Masiku Telah Direspon Sejumlah Negara Anggota Interpol

“Sungguh sebuah kehormatan bisa mengabdi sebagai presiden Interpol selanjutnya,” tutur Al-Raisi.

“Interpol adalah organisasi yang dibangun di atas kekuatan kemitraannya. Semangat kolaboratif ini, bersatu dalam misi, yang akan terus saya bina saat kami bekerja untuk membuat dunia yang lebih aman bagi masyarakat,” imbuhnya.

Pemilihan presiden Interpol diawasi dengan ketat sejak presiden sebelumnya, Meng Hongwei, presiden pertama dari China, tiba-tiba menghilang. Meng lenyap di tengah-tengah masa jabatan 4 tahunannya saat dalam perjalanan ke China di tahun 2018. Belakangan terungkap, Meng telah ditahan karena dituduh menyuap dan terlibat dugaan kejahatan lain.

Al-Raisi sendiri juga dituding melakukan penyiksaan. Ia juga dituntut pidana di 5 negara, temasuk di Prancis, tempat markas besar Interpol berlokasi, dan di Turki, tempat pemilihan presiden Interpol digelar.

Baca Juga: Tentang Tak Adanya Harun Masiku dalam Daftar Buron Interpol, KPK Dianggap Tak Serius

Pemilihan Al-Raisi menuai kemarahan dari dua warga Inggris yang mengajukan keberatan.

Penulis : Vyara Lestari | Editor : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Associated Press



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
00:10
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19