Kompas TV nasional hukum

Begini Cara Jamaah Islamiyah Galang Dana dan Dukungan Masyarakat untuk Hidupkan Organisasi

Kamis, 25 November 2021 | 19:04 WIB
begini-cara-jamaah-islamiyah-galang-dana-dan-dukungan-masyarakat-untuk-hidupkan-organisasi
Kabag Bantuan Operasi Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol Aswin Siregar menjelaskan strategi pendanaan Jamaah Islamiyah saat jumpa pers di Mabes Polri, Kamis (25/11/2021). (Sumber: KOMPAS TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Densus 88 Antiteror Polri membuka strategi organisasi teroris Jamaah Islamiyah (JI) dalam mengumpulkan dana. 

Strategi ini perlahan namun pasti mulai terungkap setelah sejumlah anggota dan pimpinan lembaga yang berafiliasi dengan JI ditangkap.

Kabag Bantuan Operasi Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol Aswin Siregar menjelaskan, strategi pendanaan JI ini terungkap setelah membongkar kotak amal palsu dan menangkap Fitria Sanjaya alias Acil dari Yayasan Abdurrahman Bin Auf (ABA).

Baca Juga: MUI: Tidak Ada Kriminalisasi Ulama dalam Penangkapan Terduga Teroris oleh Densus 88

Hasil pemeriksaan Fitria kemudian berkembang hingga ditangkapnya tiga terduga teroris yang berperan sebagai pimpinan di lembaga pendanaan JI, yakni Lembaga Amil Zakat Baitul Mal Abdurrahman Bin Auf (LAM BM ABA) serta LBH yang memberi advokasi terhadap terduga teroris melalui Perisai Nusantara Esa.

"FS ini yang menjelaskan organisasinya seperti ini. Dia bergerak mengumpulkan dana, ke mana menyetornya. Setelah bergerak yang bawah ini juga dia, bagaimana bergerak untuk menyetorkan dananya kembali ke atas," ujar Aswin saat jumpa pers di Mabes Polri, Kamis (25/11/2021).

Aswin menjelaskan strategi mengumpulkan dana untuk organisasi teroris, yakni mengaburkan dengan kegiatan publik bersifat sosial. Semisal lembaga pendidikan, pengiriman bantuan ke luar negeri terutama ke daerah Suriah, pakaian, makanan, yang dikawal oleh jaringan teroris. 

Kegiatan sosisal tersebut dibuat seperti tidak melanggar, padahal kegiatan yang dilakukan bagian dari program atau strategi jaringan teroris JI untuk meraih simpati masyarakat yang pada akhirnya adalah penguasaan wilayah dengan dukungan. 

Baca Juga: Cerita soal Terduga Teroris Ahmad Zain An Najah, Pernah Jadi Polisi Syariah waktu Kuliah di Mesir

"Sehingga pada suatu saat, seperti kita hadapi kemarin ketika kita menangkap tersangka teroris yang tersangkut dengan organisasi, publik bereaksi seolah-olah kita telah menzolimi, telah mengkriminalisasi," ujar Aswin.

Penulis : Johannes Mangihot | Editor : Vyara Lestari

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
15:02
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19