Kompas TV religi beranda islami

Gus Baha Jelaskan soal Terlalu Benci Orang Arab Bisa Jadi Dosa Besar, Apa Alasannya?

Kamis, 25 November 2021 | 12:56 WIB
gus-baha-jelaskan-soal-terlalu-benci-orang-arab-bisa-jadi-dosa-besar-apa-alasannya
Gus Baha menjelaskan soal benci berlebihan kepada Arab justru bisa jadi dosa besar (Sumber: Situs Resmi NU)

JAKARTA, KOMPAS.TV - KH Ahmad Bahaudin Nursalim atau biasa disapa Gus Baha menjelaskan soal sebaiknya bagi umat Islam di Indonesia jangan terlalu benci orang arab. Apalagi, belakangan ketika budaya Arab dianggap beda dengan budaya lokal.

Lalu ketika berbeda dengan budaya lokal, kata Gus Baha, malah bikin gerakan anti-anti seperti anti budaya Arab atau yang lain. Hal itu, dinilai Gus Baha sebagai sikap yang berlebihan dan baiknya dihindari.

“Janganlah berlebihan sampai anti budaya arab,” kata Gus Baha dalam ceramah di situs resmi Santri Gayeng, KOMPAS TV sudah dapat izin mengutip.

Membenci berlebihan terhap sesuatu justru tidak bagus bagi seorang mukmin. Kata Gus Baha, membenci atau anti terhdap segala hal berbau Arab justru berlebihan.

Baca Juga: Gus Baha Jelaskan Sebaik-baik Ibadah adalah Bekerja, Bagaimana itu?

Benci Orang Arab Bisa Jadi Dosa Besar

Pengasuh Pesantren Tahfidz Alquran LP3IA Rembang itu bahkan menjelaskan, ketika seseorang nanti terlalu benci terhadap orang Arab dengan sangat berlebihan, ia bisa jadi akan jatuh ke dosa besar.

“Benci orang Arab itu bisa jadi dosa besar,” kata Gus Baha.

Alasannya, kata Gus Baha, berkaitan dengan asal-asal Nabi Muhammad yang tidak bisa dipisahkan dari Arab.

“Kanjeng Nabi orang arab. Kok kamu benci orang Arab?” tanya beliau.

Dengan kelakar, ia juga menjelaskan, bahwa seorang mukmin boleh benci dengan sesuatu ketika hal itu menjerumuskan ke perbuatan buruk.

Penulis : Dedik Priyanto | Editor : Desy Afrianti

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
21:49
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19