Kompas TV nasional hukum

Polda Metro Jaya Segera Panggil Korban Investasi Bodong Anak Nia Daniaty

Rabu, 24 November 2021 | 20:30 WIB
polda-metro-jaya-segera-panggil-korban-investasi-bodong-anak-nia-daniaty
Olivia Nathania usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus penipuan rekrutmen CPNS fiktif di Polda Metro Jaya Senin (18/10/2021). (Sumber: KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Polda Metro Jaya bakal segera melakukan pemanggilan terhadap korban dugaan investasi bodong di bidang pulsa dan fiber optik yang dilakukan oleh anak penyanyi senior Nia Daniaty, Olivia Nathania (ON).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengungkapkan, pihaknya telah menerima laporan dari pihak korban dan kini tengah dipelajari oleh penyidik.

"Laporan yang masuk ke Polda Metro Jaya terkait Saudari ON baru masuk. Penyidik akan periksa dulu dari laporan yang ada," kata Zulpan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (24/11/2021)

Lebih lanjut, Zulpan menuturkan, pihaknya akan menjadwalkan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait dalam laporan tersebut.

Namun, dia mengatakan, pelapor akan terlebih dahulu dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. 

"Dalam waktu dekat akan dilakukan penyidik (pemeriksaan terhadap pelapor)," ujarnya.

Seperti diberitakan KOMPAS.TV sebelumnya, Olivia Nathania yang kini sedang dalam masa penahanan setelah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus penipuan calon pegawai negeri sipil (CPNS) fiktif, kembali dilaporkan atas dugaan penipuan bermoduskan investasi pulsa dan fiber optik oleh Merina Shanti.

Kuasa Hukum Merina Shanti, Herdyan Saksono mengatakan, awalnya kliennya diyakinkan oleh Olivia untuk berinvestasi dalam bisnis tersebut dan mengumpulkan orang-orang yang juga berminat berinvestasi dalam bidang tersebut.

Baca Juga: 5 Fakta Kasus Investasi Bodong Olivia Nathania, Telan 40 Korban dengan Kerugian Rp 215 Juta

Menurut Herdyan, Olivia meyakinkan kliennya agar mau berinvestasi dengan iming-iming penghasilan 100 persen dari modal awal.

Penulis : Isnaya Helmi | Editor : Vyara Lestari

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


AIMAN

Misteri Tabrak Maut Handi-Salsa - AIMAN

Selasa, 18 Januari 2022 | 12:58 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
13:33
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19