Kompas TV regional peristiwa

Fakta Kakak Beradik Tak Naik Kelas 3 Kali: Tak Diberikan Nilai Agama, Dialog Selalu Buntu

Rabu, 24 November 2021 | 07:20 WIB
fakta-kakak-beradik-tak-naik-kelas-3-kali-tak-diberikan-nilai-agama-dialog-selalu-buntu
SDN 051 Tarakan Kaltara. Sekolah ini tengah menjadi sorotan karena dugaan intoleransi terhadap muridnya. (Sumber: Kompas.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti mengungkapkan pihaknya menerima aduan dari orang tua siswa SD Negeri 051 Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara).

Dalam aduan tersebut orang tua itu menyatakan tiga anaknya tak naik kelas hingga tiga kali atau tiga tahun karena permasalahan agama yang dianutnya.

"Ada tiga kakak beradik yang beragama Saksi Yehuwa tidak naik kelas selama tiga tahun berturut-turut. Karena permasalahan nilai agama di rapor," jelas Retno dalam keterangan tertulis yang diterima KOMPAS.TV, Minggu (21/11). 

Ketiga kakak beradik tersebut adalah M (14 tahun) kelas 5 SD; Y(13  tahun) kelas 4 SD; dan YT (11 tahun) kelas 2 SD.

Mereka tak naik pada 2018/2019; lalu tahun ajaran 2019/2020; dan tahun ajaran 2020/2021.  

Baca Juga: Duduk Perkara 3 Kakak Beradik Tidak Naik Kelas Berkali-kali, Diduga karena Agama yang Dianut

Dialog hingga mediasi berakhir buntu

Orang tua para korban sebelumnya telah melakukan berbagai dialog dan mediasi dengan pihak sekolah terkait permasalahan ini.

Namun selalu berakhir dengan jalan buntu. Perlawanan hukum sudah ditempuh, meski pihak korban selalu menang, sekolah memiliki cara untuk tak menaikkan ketiga anak tersebut dengan berbagai alasan.

Retno menyatakan pada 2018-2019 misalnya, ketiga anak tersebut tidak naik kelas kali pertama karena dianggap tidak hadir tanpa alasan selama lebih dari 3 bulan.

Penulis : Danang Suryo | Editor : Gading Persada

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
07:17
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19