Kompas TV entertainment selebriti

5 Fakta Kasus Investasi Bodong Olivia Nathania, Telan 40 Korban dengan Kerugian Rp 215 Juta

Selasa, 23 November 2021 | 10:05 WIB
5-fakta-kasus-investasi-bodong-olivia-nathania-telan-40-korban-dengan-kerugian-rp-215-juta
Olivia Nathania usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus penipuan rekrutmen CPNS fiktif di Polda Metro Jaya Senin (18/10/2021). (Sumber: KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI)

Penulis : Fiqih Rahmawati | Editor : Desy Afrianti

JAKARTA, KOMPAS.TV – Belum usai kasus penipuan CPNS, anak Nia Daniaty yang bernama Olivia Nathania kembali dilaporkan atas kasus investasi pulsa dan fiber optic.

Kasus yang merugikan 40 orang terduga korban dengan total kerugian berkisar Rp 215 juta ini langsung menjadi ramai.

Berikut Kompas TV rangkum fakta-fakta terkait kasus investasi bodong Olivia Nathania.

Baca Juga: Sudah Jadi Tersangka, Anak Nia Daniaty Dilaporkan Lagi, Kali Ini Investasi Bodong

1. Lancarkan aksi meski terlibat kasus penipuan CPNS

Kuasa hukum salah satu terduga korban yang bernama Merina Shanti, Herdiyan Saksono, mengatakan bahwa Olivia Nathani menawarkan investasi bodong ini saat tengah tersandung kasus penipuan CPNS.

“Itu ketika awal-awal ada berita soal dugaan penipuan CPNS, September (2021). Jadi ketika ada berita itu, dia masih sempat-sempatnya menawarkan (investasi bodong),” kata Herdiyan, Senin (22/11/2021), mengutip Kompas.com.

2. Tawarkan investasi via WhatsApp

Herdiyan juga mengungkapkan bahwa anak Nia Daniaty ini menawarkan investasi bodong tersebut hanya lewat WhatsApp. Olivia memberikan formulir elektronik “Deposito Investasi” kepada korban.

Sayangnya, setelah Merina mengisi form tersebut, Olivia tidak menindaklanjutinya sehingga tidak ada kesepakatan tertulis dari kedua belah pihak.

Tak hanya itu, korban juga diminta mencari orang agar dapat ikut investasi tersebut.

Baca Juga: Saat Terjerat Kasus Penipuan CPNS, Olivia Nathania Masih Sempat Tawarkan Investasi Bodong

3. Korban sempat tagih uang sebelum lapor

Sumber : Kompas TV/Kompas.com


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
07:22
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19