Kompas TV internasional kompas dunia

Polisi Salah Identifikasi Teh sebagai Narkoba, Ibu dan Anak Dipenjara 4 Bulan

Senin, 22 November 2021 | 13:13 WIB
polisi-salah-identifikasi-teh-sebagai-narkoba-ibu-dan-anak-dipenjara-4-bulan
Ilustrasi penjara atau lembaga pemasyarakatan (lapas) (Sumber: Tribunnews)

SYDNEY, KOMPAS.TV - Ibu dan anak di Australia dipenjara selama empat bulan setelah polisi salah mengidentifikasi teh sebagai narkoba.

Keduanya tetap ditahan meski kepolisian New South Wales, Australia telah menyadari adanya kesalahan tersebut.

Vin Pui “Connie” Chong, dan putrinya, San Yan Melanie Lim, membawa 25kg teh jahe dalam lima kotak persegi panjang,

Mereka berencana membawa teh itu ke negara asal mereka, Malaysia, di mana teh jahe adalah obat terkenal untuk nyeri karena haid.

Baca Juga: Polisi Kepung Taman Karena Adanya Kelompok Orang Bersenjata, Ternyata Syuting Video Musik

Tetapi petugas perbatasan Australia mencegat pengiriman itu di Bandara Sydney, 17 Januari lalu.

Mereka mengidentifikasi teh tersebut sebagai Phenmetrazine, sebuah amfetamin.

Seperti dilaporkan Sydney Morning Herald, kedua perempuan itu didakwa sebagai penyuplai dan penjualan obat terlarang.

Hukuman tersebut membuat keduanya terancam hukuman seumur hidup, jaminan untuk mereka juga ditolak.

Beberapa bulan kemudian seorang petugas forensik mengirimkan surat elektronik kepada petugas yang memimpin kasus itu, Detektif Senior Tara Conaghan hasil dari pemeriksaan laboratorium.

Penulis : Haryo Jati | Editor : Desy Afrianti

Sumber : Daily Star



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
10:29
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19