Kompas TV internasional kompas dunia

Frustrasi Tak Dapat Jodoh setelah Keluarkan Rp8,5 Juta, Polisi Malaysia Pukuli Mak Comblang

Sabtu, 20 November 2021 | 13:43 WIB
frustrasi-tak-dapat-jodoh-setelah-keluarkan-rp8-5-juta-polisi-malaysia-pukuli-mak-comblang
Seorang mak comblang dipukuli dan dijambak seorang polisi Malaysia keluar lift setelah ia tak mendapatkan jodoh usai membayar Rp8,5 juta. (Sumber: World of Buzz)

KUALA LUMPUR, KOMPAS.TV - Seorang polisi Malaysia memukuli mak comblang karena frustrasi tak mendapatkan jodoh.

Apalagi, ia telah membayar 2.500 ringgit Malaysia atau setara Rp8,5 juta kepada sang mak comblang.

Kepala Polisi Distrik Cheras, Asisten Komisaris Muhammad Idzam Jaafar mengungkapkan insiden itu terjadi ketika tersangka yang berusia 35 tahun datang ke kantor korban di Chan Show Lin.

Dilaporkan Astro Awani dikutip dari World of Buzz, pelaku menarik sang mak comblang ke dalam lift.

Baca Juga: Perempuan Ini Telan AirPod Usai Mengiranya Tablet Pereda Nyeri, Ketahuan Saat Berbunyi dalam Perut

Berdasarkan rekaman CCTV di dalam lift, pelaku terlihat melakukan pemukulan terhadap perempuan yang diyakini sebagai mak comblang.

Ia pun menyeretnya keluar dari lift dengan menarik rambutnya setelah mereka sampai ke lantai dasar.

“Berdasarkan rekaman, saat di lift, pelaku memukul korban berulang kali dengan tangannya, menyebabkan korban mengalami cedera kepala,” ujar Idzam Jaafar.

“Korban juga mengalami pendarahan di kepala, dan kini ditempatkan di Rumah Sakit Penasihat Tuanku Muhriz, Universitas Kebangsaan Malaysia (HCTM), Cheras, untuk perawatan lebih lanjut,” tambahnya.

Investigasi awal menunjukkan insiden tersebut terjadi karena kesalahpahaman antara korban dan pelaku.

Penulis : Haryo Jati | Editor : Edy A. Putra

Sumber : World of Buzz



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
19:57
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19