Kompas TV regional viral

Kepolisian dan Kejaksaan Tak Berpihak pada Valencya Lim, Apakah Ada "Main Belakang"?

Jumat, 19 November 2021 | 09:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Valencya Lim, seorang ibu yang menjadi tersangka kasus KDRT psikis terhadap mantan suaminya di Karawang mencederai asas keadilan bagi masyarakat.

Tuntutan terhadap Valencya pertama kali hadir karena suami tak terima diomeli ketika sedang mabuk.

Status tersangka yang disandang oleh Valencya sekarang nampak janggal.

Lantaran, Valencya Lim adalah pihak yang mengalami KDRT berlanjut; baik karena situasi rumah tangganya yang dilaporkan berulang kali ke polisi, hingga statusnya kini sebagai seorang terdakwa yang telah dituntut satu tahun penjara oleh jaksa.

Sahabat Kompas TV, mari sama-sama berpikir, apakah terdapat “main belakang” di dalam ruangan kejaksaan dan kepolisian?

Mengapa penegak hukum, baik kepolisian maupun kejaksaan, dianggap kurang peka dalam menangani kekerasan domestik ini?

Untuk mengupas kondisi peradilan di negeri ini, Kompas TV melanjutkan pembicaraan secara daring bersama Wakil Ketua Komnas Perempuan, Mariana Amiruddin; Ketua Komisi Kejaksaan, Barita Simanjuntak; dan Mantan Hakim sekaligus Pakar Hukum, Asep Iwan Iriawan.

Baca Juga: Komnas Perempuan: Valencya Lim Tak Seharusnya Jadi Tersangka!

Kini peradilan sudah berjalan, apa yang bisa dilakukan jaksa dan hakim agar keadilan bisa dipulihkan?

Koreksi dari Kejagung dan Polri dengan memberi sanksi aparatnya, apakah cukup?

Kasus KDRT perempuan kian marak, bagaimana sebaiknya polisi dan jaksa dalam menerima laporan seperti ini?

Penulis : Natasha Ancely

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
00:47
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19