Kompas TV nasional kesehatan

Pemerintah: Harga Tes PCR Rp275 Ribu - Rp300 Ribu Masih Wajar

Senin, 15 November 2021 | 12:06 WIB

Penulis : Desy Hartini

JAKARTA, KOMPAS.TV - Biaya tes PCR sempat mencapai lebih dari satu juta rupiah pada masa awal pandemi hingga akhirnya pemerintah memutuskan untuk menurunkan tarif tes PCR.

Pemerintah menetapkan, harga tes PCR kini menjadi Rp275 ribu untuk wilayah Jawa dan Bali serta Rp300 ribu di luar wilayah tersebut. Namun, polemik terus terjadi.

Terkait soal transparansi mengenai harga PCR, Tenaga Ahli Utama Kedeputian II KSP Abraham Wirotomo, mengatakan bahwa masyarakat mudah untuk mengetahui informasi tersebut.

Baca Juga: Utak-Atik Harga Tes PCR, DPR: Pengusaha dan Pemerintah Harus Duduk Bersama

"Sangat mudah, bisa mengecek di website LKPP di bagian e-katalog untuk melihat komponen-komponen harga PCR itu berapa. Jadi dari segi transparansi, pemerintah juga menggandeng auditor pemerintah, yakni dari BPKP untuk menawarkan harga yang pantas berapa," kata Abraham dalam Program Sapa Indonesia Malam, Minggu (14/11/2021).

Abraham menyebut, evaluasi terkait harga PCR dilakukan secara mingguan dan pihak pemerintah juga terus melihat kondisi di lapangan seperti apa.

"Kita cek di Makassar ternyata masih menyanggupi harganya Rp300 Ribu, di luar Jawa ya," ujar Abraham.

Ditanya soal apakah harga tersebut masih wajar, Abraham tidak mengelaknya.

Sementara, ketika ditanya apakah dengan harga Rp275 Ribu - Rp300 Ribu, laboratorium tes PCR untung atau tidak Sekjen Gakeslab Indonesia, Randy H Teguh, menyebut bahwa hal tersebut tergantung teknologi yang digunakan.

"Tergantung teknologi yang dipakai. Kalau teman-teman lab menggunakan teknologi yang terbarukan, saya kira dengan reagen, di LKPP bisa cek, harga Rp400-Rp500 Ribu itu sudah tidak bisa," kata 

#PCR #HargaTesPCR #BisnisPCR


Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
10:11
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19