Kompas TV regional hukum

Bripka P Diduga Peras Warga di Medan, Kapolda Sumut: Masih Banyak Polisi Baik, Saya Minta Maaf

Minggu, 14 November 2021 | 06:55 WIB
bripka-p-diduga-peras-warga-di-medan-kapolda-sumut-masih-banyak-polisi-baik-saya-minta-maaf
(Sumber: Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak meminta maaf kepada masyarakat atas ulah anak buahnya, seorang polisi di Kota Medan berinsial Bripka P yang diduga memeras warga dengan modus menilang dan berujung diamuk massa.)

Penulis : Gading Persada

MEDAN, KOMPAS.TV— Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak mengakui bahwa anak buahnya yakni Bripka P yang diamuk massa di Kota Medan telah melajukan pemerasan kepada masyarakat.

Jenderal polisi bintang dua itu pun juga meminta maaf kepada masyarakat atas ulah polisi tersebut.

"Saya pada kesempatan ini memohon maaf kepada masyarakat apabila masih ada anggota Polri yang melakukan pelanggaran seperti ini," kata Panca seperti dikutip dari Kompas.com, Minggu (14/11/2021).

Baca Juga: Nasib Polisi yang Diduga Peras Warga di Medan: Diamuk Massa, dan Terancam 9 Tahun Penjara

Dari gelar perkara diketahui Bripka P sebelumnya menindak seorang pengendara sepeda motor dengan melakukan penilangan.

Padahal hal itu diduga sebagai modus dari ‘polisi nakal’ itu untuk memeras pengendara tersebut.

Panca pun berharap agar kasus ini diproses secara tuntas, karena telah mencederai nama baik Polri.

"Masih banyak polisi orang-orang yang baik. Kalau anggota seperti ini, mencederai nama baik organisasi, harus kita tindak tegas," ujar Panca.

Baca Juga: Polisi Medan yang Diamuk Massa Memang Berencana Minta Uang, Kapolda Minta Maaf

Seperti diberitakan KOMPAS.TV sebelumnya, Bripka P, polisi  yang diamuk massa ini dinilai telah memenuhi unsur pidana lantaran diduga memeras warga dengan modus tilang. 

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
07:15
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19