Kompas TV regional kriminal

Ngeri! Seorang Ibu Bunuh Anak Kandung Sendiri Hingga Tewas Pendarahan Otak, Ini Kronologinya

Kamis, 11 November 2021 | 22:15 WIB

SURABAYA, KOMPAS.TV - Seorang ibu di Surabaya, Jawa Timur tega menganiaya anak kandung sendiri yang masih berusia 4 tahun hingga tewas.

Pelaku berinisial AS (24) menganiaya karena kesal dan emosi terhadap korban yang tidak menuruti perintahnya.

Dari hasil otopsi, korban tewas akibat pendarahan otak setelah kepalanya dibenturkan tembok oleh sang ibu.

MTP seorang balita berusia 4 tahun warga Sidokapasan, Surabaya tewas di tangan ibu kandungnya sendiri.

Korban yang diduga mengalami gangguan keterlambatan pertumbuhan ini tidak pernah mematuhi perintah sang ibu.

Hampir setiap hari korban mendapat perlakuan kasar dari ibu kandungnya.

Selain dicubit dan dipukul, korban juga sempat dicekik oleh pelaku.

Baca Juga: Ini Kesaksian Warga yang Sempat Hadang Pencuri Besi Proyek Kereta Cepat

Puncaknya Selasa (9/11/2021) sore kemarin, korban tewas setelah kepalanya dibenturkan di tembok.

Keluarga korban yang curiga melihat banyak bekas luka lebam di tubuh korban kemudian melaporkan ke pihak kepolisian.

Selanjutnya jenazah di bawa ke kamar mayat RSUD Dokter Soetomo Surabaya untuk dilakukan proses otopsi.

Menurut Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Edy Herwiyanto korban sejak usia 3 bulan diasuh neneknya.

Namun 2 minggu yang lalu diambil orang tuanya karena akan disekolahkan.

Sejak diasuh orang tuanya, korban kerap menerima siksaan dari sang ibu.

Dari hasil otopsi diketahui ada pendarahan otak yang menyebabkan korban tewas.

Kini ibu kandung korban telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polrestabes Surabaya.

Pelaku dijerat pasal berlapis dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Baca Juga: Diduga Aniaya Rekan Sendiri, Gelandang PSG Putri Ditangkap Polisi

Penulis : Shinta Milenia

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


VOD

Tenaga Honorer Berpeluang Diangkat Jadi PNS?

Minggu, 23 Januari 2022 | 23:37 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
01:33
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19