Kompas TV regional peristiwa

Ratusan Guru Jadi Korban Kebocoran Data, Nama Ibu dan Rekening Tersebar Luas

Minggu, 7 November 2021 | 22:02 WIB
ratusan-guru-jadi-korban-kebocoran-data-nama-ibu-dan-rekening-tersebar-luas
Ilustrasi pencurian data pribadi. BSSN menyatakan skimming, phising, dan ransomware menjadi modus yang paling banyak digunakan untuk pencurian data pribadi. Sedangkan sasaran utamanya adalah sektor keuangan, dengan kerugian ribuan triliun rupiah (4/11/2021). (Sumber: Kompas.com/Shutterstock)

Penulis : Danang Suryo | Editor : Hariyanto Kurniawan

SERANG, KOMPAS.TV - Ratusan data pribadi milik guru sekolah menengah atas negeri di Kabupaten Tangerang, Banten, bocor.

Data pribadi yang bocor mencakup nama lengkap, identitas nama ibu kandung, kartu tanda penduduk, dan nomor rekening.

Kepala Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (TIPK) Dindikbud Banten Tito Istianto mengatakan, data para guru tersebut diunggah ke situs penyimpanan dokumen.

"Data tersebut diunggah bukan di website-nya Dindikbud. Tapi, (diunggah) ke aplikasi semacam aplikasi menyimpan dokumen. Itu pun bukan punya kita," ujarnya dikutip dari Kompas.com, Minggu (07/11/2021).

Baca Juga: Sri Mulyani Ingatkan tentang Potensi Kebocoran Data dalam Penggunaan Meterai Elektronik

Tito melanjutkan kebocoran data dialami oleh 815 orang tenaga pendidikan di sejumlah SMAN di Kabupaten Tangerang.

Data-data yang tercantum dalam dokumen tersebut sebelumnya dikumpulkan secara kolektif untuk pembuatan buku tabungan guru.

"Kalau melihat dari judul (dokumen) itu untuk listing rekap nomor rekening, usulan pembuatan rekening baru. Yang jelas, data-data pribadi yang tidak perlu di-publish," ujar Tito.

Sejumlah guru dikabarkan sudah melaporkan tindak kebocoran data ini kepada Dikdikbud Banten.

Baca Juga: Kepala BSSN Mengaku Sedih Banyak Terjadi Kebocoran Data di Kementerian dan Lembaga

Tito mengatakan beberapa guru ada yang mendapatkan teror dari pembelian barang secara online.

"Ada beberapa guru diteror dari pembelian barang secara online, itu yang saya dapat informasinya," kata Tito.

Kini pihaknya melakukan koordinasi dengan tim Cyber Polda Banten untuk mengetahui siapa pelaku yang sengaja mengunggah dokumen tersebut.

"Kita sudah melakukan kordinasi, bukan pelaporan tapi koordinasi hari Kamis kemarin. Itu belum ke ranah hukum," pungkasnya.

 


Sumber : Kompas.com

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x