Kompas TV nasional politik

Luhut dan Erick Thohir Diduga Terkait Bisnis PCR, GP Ansor: Banyak Orang Iri

Minggu, 7 November 2021 | 11:35 WIB
luhut-dan-erick-thohir-diduga-terkait-bisnis-pcr-gp-ansor-banyak-orang-iri
Rahmat Hidayat Pulungan Ketua GP Ansor berkomentar soal dugaan bisnis PCR yang menyeret Menko Marver Luhut Pandjaitan dan Menteri BUMN Erick Tohir (Sumber: kompas)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Rahmad Hidayat Pulungan turut berkomentar tentang dugaan Menko Marver Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri BUMN Erick Tohir dalam pusaran bisnis PCR. 

Menurutnya, kedua orang itu beprestasi, makanya ada saja pihak yang iri.

“Orang itu kan kalau banyak prestasinya pasti saja ada yang iri. Pak Luhut dan Pa Erick ini kan selama Covid kelihatan betul perjuangan dan pengorbanannya untuk rakyat. Dan, selama Covid kan juga semua Menteri dan pimpinan lembaga tinggi negara melakukan hal yang sama," kata Rahmat sebagaimana dilansir Kompas.com, Minggu (7/11).

Rahmat lantas menjelaskan soal isu bisnis PCR. Paling tidak dalam isu yang melibatkan Luhut maupun Erick ada dua hal  yang harus ditelaah.  

Baca Juga: Jubir Luhut Sebut Ada Unsur Politik Di Balik Laporan ke KPK Terkait Bisnis PCR

Menurut Komisaris Independen PT Kimia Farma Tbk ini, dua hal itu adalah terkait harga PCR dan dugaan keterlibatan PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI).

Soal harga, kata Rahmat, itu otoritas milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Bukan Menko Marves Luhut Pandjaitan maupun Menteri BUMN Erick Tohir.

“Sedangkan soal GSI itu kan dari awal inisiatif dan kolaboratif banyak pihak dan semangatnya gerakan sosial-kemanusiaan. Sudah dijelaskan oleh Jubir LBP (Luhut Binsar Pandjaitan) dan ET (Erick Thohir). Bisa dipertanggungjawabkan," tambah Rahmat.

Baca Juga: Profil PT GSI Milik Luhut yang Berbisnis PCR, Punya Lab Modern dan Beroperasi Tanpa Libur

Sebelumnya seperti diberitakan KOMPAS.TV, nama Luhut dan Erick Tohir terseret isu PCR dan jadi sorotan publik karena diduga ada kepentingan bisnis tes PCR lewat PT GSI.

Keduanya, disebut-sebut patungan untuk membentuk perusahaan penyedia tes PCR melalui perusahaan masing-masing.

 

Penulis : Dedik Priyanto | Editor : Gading Persada

Sumber : Kompas.com



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
15:58
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19