Kompas TV nasional kesehatan

Gagap Berpengaruh Atau Tidak Bagi Masa Depan? - AYO SEHAT

Rabu, 3 November 2021 | 14:23 WIB

KOMPAS.TV – Kembali lagi di program Ayo Sehat, di episode kali ini Ayo Sehat akan membahas mengenai stuttering atau gagap. Gagap bicara bukanlah suatu bahan untuk candaan.

Membahas mengenai stuttering atau gagap, gagap itu muncul akibat perpaduan dari factor internal dan factor eksternal. Seperti yang sering kita dengar yaitu mengenai keturunan.

Banyak sekali orang-orang yang mempertanyakan apakah gagap ini akan berpengaruh untuk masa depan dan apakah membawa pengaruh negative nantinya?

Untuk hal tersebut sebenarnya tergantung dengan penderita gagap itu sendiri.

Karena banyak tokoh-tokoh besar yang gagap namun prestasinya juga luar biasa.

Disini peran orang tua juga sangat penting. Peran orang tua disini yaitu memberikan motivasi serta dukungan untuk anak.

Dan selain itu anak yang memiliki gejala gagap harus diberikan latihan-latihan, terapi untuk memperkecil factor eksternal yang dapat membuat kondisi gagap bertambah buruk.

Selain itu, banyak masyarkat diluar sana menganggap gagap itu sebagai bahan candaan dan bahan lelucon.

Disini masyarakat Indonesia membutuhkan lebih banyak edukasi bahwa hal tersebut salah dan kondisi stuttering ini bukanlah hal yang pantas untuk ditertawakan.

Baca Juga: Diet Untuk Lifestyle atau Kesehatan? - AYO SEHAT

Penulis : Shinta Milenia

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
20:49
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19