Kompas TV video sinau

Mengulik Awal Mula Lahirnya Lagu Indonesia Raya Ciptaan WR Soepratman

Jumat, 29 Oktober 2021 | 18:11 WIB

Penulis : Gempita Surya

KOMPAS.TV – Lagu kebangsaan Indonesia Raya untuk pertama kalinya diperdengarkan di depan Kongres Pemuda Kedua pada 28 Oktober 1928. Kala itu, lagu Indonesia Raya dimainkan dengan sebuah biola tanpa lirik oleh sang pencipta lagu, WR Soepratman.

Keponakan Alm. WR Soepratman yang bernama Soerachman, menceritakan kisah Soepratman yang tidak bisa lepas dari alat musik biola, hingga tergerak menciptakan lagu-lagu perjuangan, termasuk lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Kepiawaian Soepratman bermusik bermula saat kakak iparnya, yakni Willem Mauritius van Eldik, memperkenalkan alat musik gitar dan biola kepadanya saat masih muda.

“Akhirnya diberikanlah Van Eldik biolanya ini ke WR Soepratman, diajarilah biola. Rupanya WR Soepratman lebih tertarik pada biola daripada gitar, sehingga dia mahir bermain biola,” ujar Soerachman.

Usai mahir menggunakan biola, Van Eldik dan teman-teman WR Soepratman membentuk sebuah band jazz yang dinamakan Black and White Jazz Band.

Baca Juga: Sejarah dan Isi Teks Sumpah Pemuda: 28 Oktober Jadi Saksi Persatuan Bangsa

Pada tahun 1926, WR Soepratman terdorong untuk membuat lagu kebangsaan Indonesia setelah membaca artikel di sebuah tabloid terbitan Solo, yang menantang putra putri terbaik bangsa untuk menciptakan lagu kebangsaan.

Menurut Soerachman, butuh waktu 2 tahun bagi WR Soepratman untuk menciptakan lagu Indonesia Raya

“Jadi mulai tahun 1926 WR Soepratman orat-oret menulis baik kata-katanya maupun partiturnya untuk membuat lagu Indonesia Raya,” jelasnya.

Dalam perkembangannya, lagu Indonesia Raya sempat dilarang pemerintah Hindia Belanda karena dinilai mengganggu ketertiban dan keamanan. Sebagai pencipta lagu Indonesia Raya, WR Soepratman pun tidak luput dari ancaman.

Kini, meski WR Soepratman telah tiada, karyanya terus bergema hingga ke pelosok negeri selama NKRI berdiri.

(*)

Video Editor & Grafis: Arief Rahman

Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
14:03
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19