Kompas TV bisnis kebijakan

GAPPRI Minta Cukai Rokok Tak Naik Tahun Depan: Malah Butuh Insentif

Jumat, 29 Oktober 2021 | 17:47 WIB
gappri-minta-cukai-rokok-tak-naik-tahun-depan-malah-butuh-insentif
Ilustrasi. Pemerintah diminta tidak menaikkan tarif cukai rokok 2022. (Sumber: Pixabay)

Penulis : Fransisca Natalia | Editor : Gading Persada

JAKARTA, KOMPAS.TV – Perkumpulan Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI) kembali meminta pemerintah tidak menaikkan tarif cukai rokok 2022.

Menurut mereka, selain menurunkan produktivitas industri hasil tembakau, kenaikan tarif cukai rokok juga akan menyuburkan pasar rokok ilegal.

Adapun, Ketua Umum GAPPRI Henry Najoan mengatakan, saat ini pelaku industri hasil tembakau memerlukan insentif untuk bertahan menghadapi pandemi Covid-19.

"Selayaknya perlakuan pemerintah terhadap IHT (Industri Hasil Tembakau) sama sebagaimana perlakuan pemerintah terhadap industri lainnya," kata Henry, Kamis (28/10/2021), dikutip dari Kontan.co.id.

Di samping itu, merujuk hasil survei Lembaga Survei Indodata, sebanyak 28,12 persen perokok di Indonesia pernah atau sedang mengkonsumsi rokok ilegal.

Jika angka itu dikonversikan ke pendapatan negara, potensi pajak yang hilang Rp53,18 triliun.

Baca Juga: Pemerintah Beri Sinyal Kenaikan Cukai Rokok di RAPBN 2022

GAPPRI mengusulkan pemerintah melakukan strategi ekstra dalam pemberantasan rokok ilegal.

Bahkan GAPPRI minta pemerintah tidak menyederhanakan tarif cukai dan penggabungan sigaret kretek mesin (SKM) dan sigaret putih mesin (SPM).

Pengusaha menilai, revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan belum mendesak karena masih relevan.

Sumber : Kontan.co.id


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
17:24
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19