Kompas TV internasional kompas dunia

Pemimpin Kudeta Militer Sudan Jenderal Burhan Ternyata Punya Bekingan Negara-Negara Arab

Rabu, 27 Oktober 2021 | 22:43 WIB
pemimpin-kudeta-militer-sudan-jenderal-burhan-ternyata-punya-bekingan-negara-negara-arab
Jenderal Abdel Fattah al-Burhan yang kini menjadi penguasa tertinggi Sudan setelah militer di bawah komandonya mengambil alih pemerintahan dan menahan Perdana Menteri serta jajaran pejabat negara itu. (Sumber: France24 via AFP)

KHARTOUM, KOMPAS.TV - Sebagian besar komunitas internasional mengecam kudeta militer Sudan pada Senin (25/10/2021). Namun, sejumlah negara menyatakan sikap yang lebih lunak dan sebatas meminta pihak terkait melakukan dialog.

Sejumlah negara di Teluk Arab menyatakan sikap yang cenderung lunak terhadap kudeta Sudan. Hal ini disinyalir karena mereka adalah sekutu panglima militer Sudan, Jenderal Abdul Fattah Al-Burhan.

Menurut laporan Associated Press, Jenderal Burhan memiliki sekutu kuat di Teluk Arab. Dua sekutu utamanya adalah Mesir dan Uni Emirat Arab.

Ia diketahui didukung Mesir selama beberapa tahun belakangan. Jenderal Burhan sendiri pernah menempuh pendidikan di sekolah militer Mesir.

Baca Juga: Sekilas tentang Jenderal Abdul Fattah al-Burhan, yang Ambil Alih Pemerintahan dan Kini Pimpin Sudan

Veteran Perang Darfur itu juga dilaporkan memiliki hubungan dengan pemimpin de facto Uni Emirat Arab, Syekh Muhammad bin Zayed Al-Nahyan. Pada 2019, Jenderal Burhan diketahui beberapa kali mengunjungi Al-Nahyan di Abu Dhabi.

Cameron Hudson, pengamat Sudan di lembaga hubungan internasional Dewan Atlantik, menyebut negara-negara Arab cenderung menginginkan Khartoum dipimpin militer.

“Terdapat preferensi umum untuk seorang pemimpin (Sudan) yang kuat dari kalangan militer yang juga transaksional. Pemimpin seperti itu sesuai dengan kepentingan (negara-negara) Teluk (Arab) dibanding pemerintahan demokratik,” kata Hudson.

Selain itu, Jenderal Burhan juga memiliki sekutu dalam negeri yang kuat, yakni Muhammad Hamdan Dagalo, komandan unit paramiliter Rapid Support Forces (RSF) yang ditakuti di Sudan.

RSF diketahui aktif membantu militer dalam kudeta yang dimulai Senin (25/10) kemarin. Kelompok ini juga terlibat dalam penangkapan Perdana Menteri Abdall Hamdok serta sejumlah pejabat tinggi.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim | Editor : Vyara Lestari

Sumber : Associated Press



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
05:34
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19