Kompas TV nasional wawancara

Bagaimana Pemerintah Pertahankan Garuda Indonesia?

Rabu, 27 Oktober 2021 | 11:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Belakangan ini maskapai pelat merah ternama di tanah air menjadi sorotan.

Garuda Indonesia disebut terancam pailit karena utang yang terus menumpuk.

Akibatnya Kementerian BUMN membuka opsi PT Garuda Indonesia diganti ke PT Pelita Air Service yakni nama maskapai milik Pertamina.

Namun, Stafsus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, menyebut prioritas utama saat ini untuk menyelamatkan Garuda Indonesia melalui negosiasi dengan perusahaan penyewa pesawat.

Arya tidak menampik adanya kebobrokan di tubuh Garuda Indonesia hingga membuat maskapai pelat merah terpuruk. Seperti korupsi dan mahalnya penyewaan pesawat.

“Kondisi Garuda ini pertama itu memang korupsinya besar banget
kedua memang bisa dikatakan perusahaan tidak bersih manajemennya
ketiga penyewaan pesawat ugal-ugalan, Garuda sewa pesawat mahal, Garuda merugikan kami sedang bernegosiasi dengan semua lasser dan para pemilik piutang, kami berharap menemukan titik terang,” ujar Arya kepada KompasTV.

Sementara Asosiasi Pilot Garuda masih optimistis dengan Garuda Indonesia karena sebelumnya Menteri BUMN, Erick Thohir menyebut pemerintah masih mempertahankan Garuda.

Seperti diketahui pada Juni 2021 lalu, Garuda Indonesia tercatat memiliki utang hingga sebesar Rp 70 triliun dan kini upaya pembenahan di Garuda Indonesia tampak terus dilakukan.

Bahkan dikutip dari Kompas.com tercatat 1.600 lebih karyawan melakukan pensiun dini. Semoga ada win win solution bagi masa depan maskapai yang berusia 72 tahun ini.

Garuda Indonesia terlilit utang capai Rp 70 triliun dan terancam pailit. Ada pula disebut opsi penggantian Garuda Indonesia menjadi Pelita Air.

Bagaimana kemudian nasib sang maskapai pelat merah bersama sekitar 20.000 karyawan ke depannya?

Simak dialog lengkapnya bersama Pengamat BUMN, Toto Pranoto, dan Ketua Harian Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga), Tomy Tampatty, dan anggota Komisi VI DPR RI, Supratman Andi Agtas.

Penulis : Reny Mardika

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
13:33
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19