Kompas TV internasional kompas dunia

Selandia Baru Perluas Aturan Pekerja yang Wajib Divaksin

Rabu, 27 Oktober 2021 | 08:33 WIB
selandia-baru-perluas-aturan-pekerja-yang-wajib-divaksin
Warga Auckland melakukan vaksinasi di pusat vaksinasi Otara, Auckland, Selandia Baru, Selasa, 26 Oktober 2021. Pemerintah Selandia Baru memperluas aturan pekerja yang wajib divaksin pada Rabu, 27 Oktober 2021. (Sumber: Associated Press)

WELLINGTON, KOMPAS.TV - Pemerintah Selandia Baru menyatakan akan memperluas aturan vaksin untuk menjangkau ribuan pekerja yang harus divaksin. Jenis pekerjaan mereka wajib divaksin karena dinilai memiliki kontak dekat dengan para pelanggan. 

Pekerja yang kini wajib divaksin adalah karyawan di restoran, bar, pusat kebugaran, dan salon rambut. Sebelumnya, pekerja yang diwajibkan mendapatkan vaksin hanyalah guru dan tenaga kesehatan.

Dengan adanya aturan ini, maka sekitar 40% dari semua pekerja Selandia Baru perlu divaksinasi secara penuh terhadap virus corona. Jika menolak divaksin, mereka akan berisiko kehilangan pekerjaan.

Dalam keterangan pers bersama wartawan, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan dia tidak percaya aturan baru itu akan melebihi kewenangan pemerintah.

Baca Juga: Selandia Baru Akui Tak Bisa Lagi Sepenuhnya Singkirkan Virus Corona

“Persyaratan ini berarti staf dan pelanggan diperlakukan sama dan akan berperan besar dalam membantu meminimalkan penyebaran virus di tempat-tempat berisiko tinggi dengan mengurangi potensi COVID untuk memasuki tempat bisnis sejak awal,” kata Ardern seperti dikutip dari The Associated Press.

Pengumuman ini datang hanya beberapa hari setelah pemerintah menetapkan target untuk mencapai 90% warganya yang berusia 12 tahun ke atas untuk divaksinasi penuh. Hal ini dilakukan untuk mengakhiri siklus lockdown ketat yang berlaku di Selandia Baru.

Auckland, kota terbesar di negara Kiwi ini, telah melakukan lockdown selama lebih dari dua bulan setelah varian delta memasuki Selandia Baru.

Sebagai bagian dari rencananya untuk mengakhiri lockdown, Selandia Baru juga akan meminta orang-orang yang mengunjungi pusat bisnis untuk menunjukkan paspor vaksin untuk membuktikan bahwa mereka telah mendapatkan suntikan.

Baca Juga: Indonesia Terima Dose-Sharing Vaksin AstraZeneca dari Selandia Baru Sebanyak 684.400 Dosis

Penulis : Tussie Ayu | Editor : Gading Persada

Sumber : Associated Press



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
09:28
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19