Kompas TV internasional kompas dunia

Harga Minyak Kembali Cetak Rekor Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir

Selasa, 26 Oktober 2021 | 09:16 WIB
harga-minyak-kembali-cetak-rekor-tertinggi-dalam-beberapa-tahun-terakhir
Sebuah tangki minyak terlihat di dalam Perusahaan Minyak dan Gas Pelabuhan Ras Lanuf di Ras Lanuf, Libya, Selasa (10/7/2018). (Sumber: Antara)

NEW YORK, KOMPAS.TV- Harga minyak dunia kembali mencatat rekor tertingginya dalam beberapa tahun terakhir, pada perdagangan Senin waktu Amerika Serikat atau Selasa pagi WIB. Kenaikan harga itu dipicu terbatasnya pasokan minyak dunia dan meningkatnya permintaan minyak di AS.

Mengutip dari Antara, Selasa (26/10/2021), harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember bertambah 46 sen menjadi 85,99 dollar AS per barel di penutupan perdagangan. Namun di tengah sesi perdagangan harga minyak Brent sempat menembus level 86,70 dollar AS per barel, level tertinggi sejak Oktober 2018.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Desember ditutup tidak pada level 83,76 dollar AS per barel. Harga WTI di tengah perdagangan sempat mencapai 85,41 dollar AS per barel, tertinggi sejak Oktober 2014.

Sejak awal September, kedua harga acuan minyak tersebut sudah naik diatas 20 persen. Harga WTI sudah meningkat selama 9 minggu berturut-turut, sementara Brent telah naik selama 7 minggu.

Baca Juga: Produsen Minyak Terbesar Dunia Menyatakan Siap Bebas Emisi Karbon Pada 2050

"Krisis pasokan energi global terus menunjukkan taringnya, sehingga harga minyak memperpanjang kenaikannya minggu ini, akibat para pedagang menilai kenaikan permintaan bahan bakar sedang berlangsung - di tengah respons pasokan yang terbatas menipiskan stok global," kata analis senior pasar minyak di Rystad Energy Louise Dickson.

Goldman Sachs memperkirakan, harga minyak mentah Brent akan mencapai 90 dollar AS per barel di akhir tahun. Baiknya harga gas alam, membuat permintaan minyak meningkat tajam hingga 1 juta barel per hari.

Dalam 1 tahun terakhir, konsumsi minyak di AS melambat. Namun kini kembali meningkat baik dari sektor konsumsi bensin rumah tangga dan industri. AS merupakan konsumen minyak terbesar di dunia.

"Kenaikan harga minyak berlanjut saat minggu baru perdagangan dimulai. Pasokan yang ketat kemungkinan akan bertahan, yang menunjukkan bahwa harga minyak akan naik lebih lanjut," ucap analis energi di Commerzbank Research Carsten Fritsch.

Baca Juga: Erick Thohir Sebut Keuangan Garuda Tidak Sehat Saat Garap Rute Internasional

Penulis : Dina Karina | Editor : Desy Afrianti

Sumber : Antara



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
08:00
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19