Kompas TV regional berita daerah

Petani Terancam Gagal Panen Akibat Kelangkaan Solar

Senin, 25 Oktober 2021 | 18:19 WIB

MADIUN, KOMPAS.TV - Stok bahan bakar minyak jenis solar di sejumlah SPBU Madiun terlihat masih kosong. Hal itu berdampak pada petani yang masih menggunakan mesin pompa air berbahan bakar solar, untuk pengairan sawah mereka. Dampak yang sangat dirasakan saat ini diantaranya petani mulai sulit mengairi lahan, serta tanaman padi yang terancam puso karena telat mendapatkan pasokan air.

Jumat pagi sejumlah SPBU yang ada di kabupaten Madiun, terlihat sepi tidak ada antrean pembeli solar. Hal itu dikarenakan petugas SPBU telah memasang papan informasi jika solar telah habis.

Sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak jenis solar belakangan ini, ternyata juga berdampak pada petani padi. Terutama yang masih menggunakan mesin pompa air berbahan bakar utama solar, seperti yang dialami para petani di desa Kaibon kecamatan Geger.

Menurut sejumlah petani, akibat sulitnya mendapatkan solar, kini lahan pertanian mereka terancam puso karena kurang mendapatkan pasokan air dari sumur pompa. Bahkan lahan mereka kini ada yang mulai kering, karena hampir seminggu tak teraliri air. 

Warga tak bisa berbuat banyak selain terus berupaya mencari solar ke wilayah lain. Meski mereka harus menunggu hingga berjam-jam lamanya, agar lahan pertanian mereka tidak mengering dan dapat kembali teraliri air. 

Section Head Communication Patra Niaga Jatimbalinus, Arya Yusa Dwicandra ketika dikonfirmasi menyampaikan, jika solar memang merupakan jenis bahan bakar tertentu sesuai dengan Peraturan Presiden nomor 191 tahun 2014. Sehingga terdapat alokasi dan monitoring dari pemerintah. 

Terkait kelangkaan yang terjadi, menurutnya hal itu disebabkan oleh penurunan level PPKM yang hampir merata di Indonesia. Sehingga terjadi peningkatan konsumsi BBM karena peningkatan aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.

Menurutnya, kenaikan konsumsi bbm jenis solar di Jawa Timur saat ini memang tengah mengalami peningkatan sebesar sekitar 15 sampai 18 persen.

#beritamadiun

#solarlangka

#bbmlangka

#solar

Penulis : KompasTV Madiun

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
08:43
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19