Kompas TV feature tips, trik, dan tutorial

Cara Urus e-KTP yang Hilang di Rantau, Tidak Perlu Pulang Kampung

Senin, 25 Oktober 2021 | 08:12 WIB
cara-urus-e-ktp-yang-hilang-di-rantau-tidak-perlu-pulang-kampung
Ilustrasi Data kependudukan KTP (Sumber: (KOMPAS/WISNU WIDIANTORO))

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kartu Tanda Penduduk (KTP) adalah dokumen penting yang wajib dimiliki setiap penduduk Indonesia yang sudah berusia 17 tahun. 

Tetapi sering kali KTP tersebut hilang karena beberap hal, bahkan rusak. 

Lantas, bagaimana jika e-KTP hilang? Apa saja syaratnya? Termasuk juga jika hilang di perantauaan, apakah harus pulang kampung? Simak panduan praktis berikut ini.

Mengurus e-KTP yang hilang maupun rusak mudah dan tak dipungut biaya. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh.

Baca Juga: Sindikat Penipuan Kartu Prakerja, Modusnya Pakai Data KTP Palsu Untuk Cairkan Uang Prakerja 

Zudan menjelaskan, e-KTP yang hilang dapat dicetak kembali tanpa perlu perekaman dan foto wajah.

"Langsung ke Dukcapil setempat, tidak ada biaya yang dikenakan, alias gratis," ujar Zudan dikutip dari Kompas.com. 

Syarat dan cara mengurus 

Berikut syarat yang diperlukan jika e-KTP hilang: 

  • Surat kehilangan kepolisian 
    Masyarakat yang kehilangan e-KTP, terlebih dahulu harus membuat surat kehilangan dari kantor kepolisian. 
  • Fotokopi KK 
    Masyarakat perlu menyiapkan fotokopi Kartu Keluarga apabila di dalam surat keterangan kehilangan dari polisi nanti tidak tertera Nomor Induk Kependudukan (NIK). 

"Fotokopi KK iya untuk cek NIK. Yang paling penting harus ada surat keterangan kehilangan dari polisi," kata Zudan.

Baca Juga: Pemerintah akan Gabungkan Fungsi KTP Jadi NPWP, Begini Penjelasan Dukcapil

Penulis : Hedi Basri | Editor : Desy Afrianti

Sumber : Kompas TV/kompas.com



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
18:27
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19