Kompas TV internasional kompas dunia

Bocoran Dokumen: Facebook Setengah Hati Cegah Persebaran Konten Kebencian Anti-Muslim di India

Minggu, 24 Oktober 2021 | 22:24 WIB
bocoran-dokumen-facebook-setengah-hati-cegah-persebaran-konten-kebencian-anti-muslim-di-india
Perdana Menteri India Narendra Modi bertemu bos Facebook, Mark Zuckerberg, di California, AS, pada 27 September 2015. (Sumber: Jeff Chiu/Associated Press)

NEW DELHI, KOMPAS.TV - Facebook tidak tegas dan selektif dalam memberantas konten misinformasi dan ujaran kebencian, khususnya yang menyasar komunitas muslim yang termarjinalkan di India. Hal tersebut terungkap dalam bocoran dokumen yang didapat Associated Press.

Dokumen internal Facebook menyorot kesulitan perusahaan itu dalam mengatasi konten-konten menghasut di platformnya yang diakses jutaan warga India.

Berkas dokumen tersebut didapatkan Associated Press dalam versi tersensor, disediakan oleh tim hukum pembocor (whistleblower) Facebook, Frances Haugen, yang juga bersaksi kepada Kongres Amerika Serikat (AS).

Konten-konten semacam itu tak jarang menyulut kekerasan komunal dan SARA di negara demokratis terpadat tersebut.

Dokumen itu menyebut bahwa Facebook sudah lama sadar akan persebaran ujaran kebencian di platformnya. Namun, raksasa teknologi informasi ini tidak cukup berupaya memberantasnya.

Baca Juga: India Tuntut Kompensasi dan Pembayaran dari Negara Kaya atas Dampak Perubahan Iklim

Sejumlah pengamat menyebut Facebook gagal mengatasi persebaran ujaran kebencian di India, khususnya jika terkait partai yang berkuasa saat ini, Partai Bharatiya Janata (BJP) dan Perdana Menteri Narendra Modi.

Narendra Modi sendiri memanfaatkan Facebook dalam kampanye pemilu yang dimenanginya. Facebook pun diduga selektif menyortir ujaran kebencian untuk menghindari pukulan balik dari BJP-nya Modi.

Algoritma Facebook mengakomodasi kebencian dan kekerasan di India

Bocoran dokumen internal yang didapat Associated Press memuat rekaman laporan ujaran kebencian dan misinformasi di Facebook India. Dalam sejumlah kasus, algoritma Facebook justru membantu persebaran konten semacam itu.

Staf Facebook India dilaporkan mengkhawatirkan penanganan konten-konten disinformasi yang viral di platform Facebook.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim | Editor : Edy A. Putra

Sumber : Associated Press



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
18:22
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19