Kompas TV nasional wawancara

Kombes Ahmad Ramadhan: Polri Tentu Siap Lindungi Para Korban Pinjol

Minggu, 24 Oktober 2021 | 01:05 WIB

KOMPAS.TV - Pinjaman online illegal atau pinjol tengah jadi sorotan mulai dari teror dan intimidasi pada para korbannya, hingga soal apakah ada motif lain di balik pencarian keuntungan dari maraknya pinjol illegal.

Dugaan pencucian uang diungkap kepala PPATK Dian Ediana Rae, fenomena ini mengingatkan pada prinsip yang dipakai oleh para profesional money launderer, yaitu mengorbankan sedikit dana dalam rangka untuk mencuci dana yang jauh lebih besar  kata Dian yang dikutip Tempo.com.

Sejauh ini Bareskrim Polri mengungkap sudah ada 13 kasus pinjol illegal yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Dari pengungkapan kasus itu, 57 tersangka telah ditangkap.

Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Dian Ediana Rae mengakui, berdasarkan pengamatan bersama teman-teman Bareskrim memang kenyataannya ada hubungan pinjol yang resmi dengan tidak resmi ini.

Kabaresrim Polri Komjen Agus Andrianto menegaskan, kepolisian meminta jajaran seluruh polda merespon cepat setiap laporan masyarakat yang menjadi korban teror penagihan pinjaman online illegal.

Baca Juga: DPR Minta Polri Tak "Hangat-hangat Tahi Ayam" Saat Tindak Pinjol Ilegal

Otoritas Jasa Keuangan menghentikan 404 pinjaman online ilegal di tahun 2018 naik menjadi 1.493 di tahun 2019, 1026 di tahun 2020 dan 593 di 2021.

Selain teror pada korban dugaan pencucian uang mencuat dari operasi pinjaman online ilegal.

Kabag Penum Mabes Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan, Polri melindungi masyarakat dalam tindak pidana yang dilakukan oleh pinjol, selain itu juga melindungi tindakan terkait dengan UU ITE maupun UU TPPU tapi juga ada ancaman bahkan pornografi yang tentu sangat merugikan nasbah.

“Polri tentu siap melindungi terhadap para korban”, tegas Kombes Ahmad Ramadhan.

Selin itu Kombes Ahmad juga menyebut, upaya yang dilakukan bukan hanya penegakan hukum tetapi juga upaya preventif, dan juga memberikan pemahaman agar tidak ada lagi korban pinjol.

Penulis : Natasha Ancely

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Harga Cabai Terus Merangkak Naik

Kamis, 9 Desember 2021 | 10:08 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
10:13
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19