Kompas TV internasional kompas dunia

Erdogan Perintahkan Menlu untuk Usir Duta Besar dari 10 Negara, Termasuk Jerman dan Amerika Serikat

Minggu, 24 Oktober 2021 | 01:05 WIB
erdogan-perintahkan-menlu-untuk-usir-duta-besar-dari-10-negara-termasuk-jerman-dan-amerika-serikat
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan perintahkan menteri luar negerinya untuk usir duta besar dari 10 negara, termasuk dubes Jerman dan Amerika Serikat, yang meminta pembebasan seorang tahanan di Turki (Sumber: Straits Times )

ANKARA, KOMPAS.TV - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meminta menteri luar negerinya untuk mengusir duta besar dari 10 negara termasuk Jerman dan Amerika Serikat yang meminta pembebasan seorang pegiat masyarakat sipil yang dipenjara.

"Saya telah memerintahkan menteri luar negeri kita untuk menyatakan 10 duta besar ini sebagai persona non grata sesegera mungkin," katanya, merujuk pada istilah yang digunakan dalam diplomasi yang menandakan langkah pertama sebelum pengusiran, seperti dilansir Straits Times, Sabtu (23/10/2021).

Erdogan dalam pernyataan tersebut tidak mengatakan tanggal yang pasti untuk pengusiran.

"Mereka harus tahu dan memahami Turki," kata Erdogan, seraya menuduh para duta besar itu telah berlaku "tidak sepantasnya".

"Mereka harus pergi dari sini pada hari mereka tidak lagi mengenal Turki," katanya tentang 10 duta besar tersebut.

Para Duta Besar 10 negara itu sebelumnya pada hari Senin lalu mengeluarkan pernyataan bersama yang sangat tidak lazim, yang mengatakan penahanan berkelanjutan terhadap dermawan dan aktivis kelahiran Paris, Osman Kavala membuat Turki menjadi meragukan.

Duta besar Amerika Serikat, Jerman, Kanada, Denmark, Finlandia, Prancis, Belanda, Selandia Baru, Norwegia, dan Swedia dalam surat mereka menyerukan "penyelesaian yang adil dan cepat untuk kasus (Kavala)".

Kavala dipenjara tanpa hukuman sejak 2017, dan menghadapi serangkaian tuduhan silih berganti terkait dengan protes antipemerintah 2013 dan kudeta militer yang gagal pada 2016.

Baca Juga: Bos Gangster Turki Tewas usai Minum Miras Palsu yang Dibeli dengan Uang Palsu Buatan Geng Sendiri

Osman Kavala, pegiat sipil Turki yang ditahan. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Sabtu (23/10/2021) meminta menteri luar negerinya untuk mengusir duta besar dari 10 negara termasuk Jerman dan Amerika Serikat yang meminta pembebasan seorang pegiat masyarakat sipil yang dipenjara, seperti dilansir Straits Times, Sabtu (23/10/2021). (Sumber: haberler.com)

Kavala telah menjadi simbol tindakan keras yang dilakukan Erdogan setelah selamat dari upaya kudeta.

Penulis : Edwin Shri Bimo | Editor : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Straits Times via AFP


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
01:08
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19