Kompas TV nasional sapa indonesia

Pakar Hukum TPPU Setuju Korban Pinjol Ilegal Tak Usah Bayar Utang

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 22:52 WIB
pakar-hukum-tppu-setuju-korban-pinjol-ilegal-tak-usah-bayar-utang
Pakar hukum TPPU menyebut utang piutang yang klausulnya tidak halal tidak harus dibayar, termasuk utang judi dan pinjol ilegal. (Sumber: Tangkapan layar Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pakar hukum tindak pidana pencucian uang (TPPU) Yenti Garnasih mendukung anjuran Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD yang menyarankan agar korban pinjaman online (pinjol) ilegal tidak usah membayar utangnya.

Hal itu disampaikan Yenti dalam program Sapa Indonesia Malam Kompas TV, Sabtu (23/10.2021).

Bahkan, menurut Yenti, utang piutang yang klausulnya tidak halal tidak harus dibayar, termasuk utang judi.

“Karena ini pinjaman ilegal, ya nggak usah dibayar. Utang piutang itu kalau klausanya tidak halal, tidak harus kok bayar, misalnya utang judi nggak ada yang harus bayar. Ini harus disampaikan pada masyarakat,” ucapnya.

Baca Juga: PPATK: Ada Hubungan Antara Pinjol Resmi dan Ilegal

Yenti juga menyebut, kasus pinjol ilegal yang memakan korban jiwa sudah ada sejak awal pandemi. Saat itu ada korban bunuh diri di sekitar kawasan Pancoran akibat pinjol ilegal.

Dia berharap pada aparat keamanan untuk menggerakkan potroli siber demi melindungi masyarakat, dan meminta agar negara memberdayagunakan semua yang dimiliki berkaitan dengan fintech atau teknologi di bidang jasa keuangan.

“Harus ada strategi yang lebih kuat, sehingga bagaimana negara melalui siber patrolinya bisa melihat pinjol yang di luar yang didaftarkan secara sah,” tekannya.

Hal lain yang juga harus dilakukan adalah memberi edukasi pada masyarakat mengenai fintech.

Dia menyebut, sebetulnya fintech cepat, modern dan gampang. Tetapi, konsumen harus diedukasi bahwa pada waktu melakukan perjanjian, mereka harus betul-betul paham risiko yang dihadapi.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana | Editor : Vyara Lestari

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
20:07
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19