Kompas TV nasional peristiwa

Kemenkes Tegaskan Tidak Semua Nakes Wajib Kembalikan Insentif

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 18:55 WIB
kemenkes-tegaskan-tidak-semua-nakes-wajib-kembalikan-insentif
Ilustrasi : Nakes di seluruh dunia menghadapi kekerasan terkait pandemi Covid-19. (Sumber: The Paper via Kompascom)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Kementerian Kesehatan menegaskan tidak semua tenaga kesehatan diminta mengembalikan insentif Covid-19. Hanya nakes yang menerima kelebihan bayar atau double transfer yang wajib mengembalikan insentif berlebih tersebut.

“Kami ingin sampaikan bahwa pengembalian insentif ini hanya ditujukan pada tenaga kesehatan yang menerima double transfer dari Kemenkes. Artinya, mendapat double pembayaran di bulan yang sama,” kata Sekretaris Badan PP SDM Kemenkes Trisa Wahyuni Putri dalam konfrensi pers, Sabtu (23/10/2021).

Dia meminta para nakes tidak khawatir, karena pengembalian insentif yang dimaksud memang bukan ditujukan untuk semua nakes.

Baca Juga: Kemenkes Minta Nakes Kembalikan Kelebihan Pembayaran Insentif yang Sudah Diterima, Ada Apa?

Namun Trisa tidak menjelaskan data jumlah nakes yang menerima kelebihan pembayaran insentif tersebut.

Dia juga tidak menjelaskan berapa total insentif berlebih yang telah dikirimkan dan harus dikembalikan nakes.

“Kami masih mengidentifikasi, mengkroscek kembali,” ujar Trisa.

Menurut Trisa penyebab terjadinya double transfer insentif nakes adalah karena masalah pendataan. Dia mengatakan soal pendataan nakes penerima insentif memang merupakan masalah teknis dan perlu ketelitian.

Baca Juga: Nakes di India akan Menikah Namun Terhalang Banjir, Untung Ada Dandang Raksasa ke Tempat Nikah

Namun, Kemenkes bakal segera memperbaiki masalah pendataan sehingga ke depannya, tidak terjadi lagi penyaluran ganda insentif di bulan yang sama.

Penulis : Vidi Batlolone | Editor : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
21:40
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19