Kompas TV nasional peristiwa

Belum Eksekusi Terdakwa Penganiayaan Wenhai Guan, Komisi Kejaksaan Selidiki Alasan Kejaksaan

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 17:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV – Komisi Kejaksaan (komjak) menelidiki penyebab belum dieksekusinya terdakwa kasus penganiayaan Andy Cahyady, Wenhai Guan oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Utara.

Wenhai Guan yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) pergi ke negara asalnya di Singapura begitu diputus bersalah di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada bulan Juni 2021.

Andy Cahyady bersama dengan kuasa hukumnya, Muchsin mendatangi kantor Komjak pada Kamis, 21 Oktober 2021. Mereka datang untuk menanyakan perkembangan lapora permintaan eksekusi terdakwa Wenhai Guan.

Sang kuasa hokum merasa ada ketidakprofesionalan jaksa dan jajaran dalam memproses hokum terdakwa Wenhai Guan. Hal ini ditunjukkan dengan tidak ditahannya Wenhai sejak berstatus terdakwa  hingga diputus bersalah. Padahal, kliennya sudah menjalani hukuman enam bulan penjara.

Andy Cahyady dan Muchsin sempat khawatir apabila Wenhai Guan melarikan diri. Apa yang mereka khawatirkan terjadi. Wenhai Guan kabur ke Singapura dan belum bisa kembali ke Indonesia dengan alasan sakit.

Baca Juga: Cari Keadilan, WNI Korban Penganiayaan oleh WNA Singapura Datang ke Komisi Kejaksaan

Andy dan Kuasa hukumnya, Mohammad Muchsin, mendatangi kantor Kejati DKI Jakarta menyerahkan surat permohonan eksekusi terpidana Wenhai Guan pada Jumat, 22 Oktober 2021 sekitar pukul 10.00 WIB. Menurut Muchsin, hal itu sebagai bagian upaya menuntut keadilan ke penegak hukum.

Pihak Komisi Kejaksaan, Barita Simanjuntak selaku kepala Komisi Kejaksaan RI mengatakan bahwa pihaknya telah menerima Salinan putusan terhadap terdakwa dari Jaksa Penuntut Umum. Dalam Salinan itu, disebutkan pula bahwa Wenhai Guan sedang dirawat di rumah sakit karena terpapar covid-19.

Pihak Komisi Kejaksaan juga menanyakan terkait upaya jaksa dalam eksekusi itu. Salah satunya, pengecekan langsung kondisi terdakwa Wenhai Guan yang dikabarkan kedua penjamin terbaring sakit di Singapura.

Video Editor: Faqih Fisabilillah 

Penulis : Edika ipelona

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Akhirnya UMK Jabar Ditetapkan

Kamis, 2 Desember 2021 | 20:40 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
20:43
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19