Kompas TV nasional hukum

Kasih Tegas! Pakar Hukum Pidana Sarankan Tembak di Tempat untuk Pelaku Begal

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 18:07 WIB
kasih-tegas-pakar-hukum-pidana-sarankan-tembak-di-tempat-untuk-pelaku-begal
Ilustrasi aksi begal motor. Pakar hukum pidana dari Universitas Trisakti menilai harus ada tindakan tegas terhadap pelaku begal salah satunya dengan tembak di tempat. (Sumber: gridmotor.motorplus-online.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Pakar hukum pidana dari Universitas Trisakti, Asep Iwan Iriawan, menilai harus ada tindakan tegas terhadap pelaku begal atau perampokan atau pencurian dengan kekerasan (curas). Jika perlu ditembak di tempat.

Penjelasan Iwan tersebut disampaikan dalam acara Kompas Petang KOMPAS TV, Sabtu (23/10/2021).

“Kalau mereka melawan, ya tembak di tempat,” tegas Asep Iwan.

Iwan menuturkan, setidaknya ada tiga penyebab kembali maraknya kelompok begal atau perampok, yakni faktor kebutuhan ekonomi, profesi, dan alasan lain.

Kelompok-kelompok begal yang beraksi selama ini, menurutnya ada beberapa, ada kelompok bajing loncat di daerah, serta kelompok kapak merah di Jakarta.

Baca Juga: Karyawati Basarnas Tewas Usai Dibegal Kawanan Perampok di Kemayoran

“Sekelompok orang tertentu yang menjadikan profesi, dan mereka tidak mengenal siapa pun, bagi dia siapa pun yang bisa dirampok ya dirampok, 'dibegal ya dibegal', padahal ancamannya mulai dari 5 tahun sampai hukuman mati (pasal) 365 itu,” urainya.

Kelompok-kelompok tersebut, lanjut Iwan, merupakan kelompok yang terorganisir sebagai kelompok profesi.

Salah satu alasan merebaknya kembali kelompok-kelompok tersebut, kata dia, adalah terlalu ringannya hukuman yang diberikan pada pelaku. Seharusnya, mereka juga dihukum berat.

Terlebih pada beberapa kasus, kelompok begal tersebut sampai melukai korbannya, bahkan menyebabkan nyawa korbannya melayang.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana | Editor : Gading Persada

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
09:43
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19