Kompas TV nasional update

Jalani Pemeriksaan Selama Hampir 9 Jam, Rachel Vennya Janji Jalani Proses Hukum

Jumat, 22 Oktober 2021 | 12:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Permintaan maaf karena bikin resah masyarakat.

Itulah yang disampaikan selebgram Rachel Vennya pada Kamis (21/10) malam, setelah hampir 9 jam diperiksa penyidik Polda Metro Jaya.

Baca Juga: Diperiksa 8 Jam, Rachel Vennya Dicecar 35 Pertanyaan oleh Penyidik

Didampingi kuasa hukumnya, Rachel Vennya, kekasihnya, Salim Nauderer, dan manajernya, Maulida Khairunnisa, diperiksa penyidik, terkait dugaan kabur dari kewajiban karantina, sepulangnya dari Amerika Serikat, 17 September lalu.

Setelah pemeriksaan ini, polisi akan melakukan gelar perkara.

Jika terbukti melanggar aturan, Rachel Vennya bisa terancam hukuman satu tahun penjara.

Dari hasil penyelidikan, diduga ada dua anggota TNI, yang membantu Rachel dan dua rekannya, kabur dari karantina.

Seorang anggota TNI bertugas di bandara, berinisial FS, dan seorang lagi bertugas di wisma atlet pademangan, berinisial IG.

Atas perintah Panglima TNI, keduanya kini dinonaktifkan dari komando tugas gabungan terpadu.

Sebelum diperiksa, Rachel Vennya sempat mengklarifikasi isu yang beredar lewat kanal youtube BW, Boy William.

Ia berdalih kabur dari karantina, karena ingin bertemu anak-anaknya, dan bukan karena merayakan ulang tahunnya di Bali.

Jika merujuk aturan yang berlaku pada 17 September, pelaku perjalanan luar negeri yang kembali ke Indonesia, wajib melakukan karantina, minimal 8 hari, dan Rachel Vennya, tak termasuk golongan yang berhak dikarantina di wisma atlet pademangan.

Tindakan kabur dari karantina sangat membahayakan tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga orang lain.

Karantina sepulang dari luar negeri penting untuk mencegah penyebaran varian mutasi covid-19, yang berbahaya di tanah air.
 

Penulis : Dea Davina

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
07:20
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19