Kompas TV regional update

Terungkap! Tak Hanya Satu Oknum TNI yang Bantu Rachel Vennya Kabur Karantina

Jumat, 22 Oktober 2021 | 10:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Selebgram Rachel Vennya telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya selama 8 jam. 

Dirinya dicecar 35 pertanyaan terkait kasus pelanggaran kekarantinaan di Wisma Atlet Pademangan.

Didampingi oleh kuasa hukumnya, Rachel Vennya keluar dari Kantor Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada hari Kamis (21/10/2021) malam.

Rachel diperiksa selama 8 jam terkait kasus pelanggaran kekarantinaan karena tidak menjalani karantina pasca pulang dari luar negeri.

Dirinya meminta maaf dan mengaku siap menjalani proses hokum. 

Polisi menyebut pemeriksaan Rachel berserta 2 orang temannya kali ini untuk klarifikasi tindakan kabur semasa proses karantina setelah pulang dari luar negeri.

Jika terbukti melanggar, polisi menyebut Rachel bisa terkena 2 pasal terkait yakni Undang -undang Wabah Penyakit Menular dan Undang-undang Kekarantinaan.

Baca Juga: Kodam Jaya Bantah Rachel Vennya Tak Pernah Diisolasi di Wisma Atlet: Dia Datang, tapi Keluar Lagi

Dari hasil penyelidikan, Kapendam Jaya menyebut ada 2 oknum TNI yang diduga membantu Rachel Vennya kabur dari karantina.

Selain 1 oknum TNI yang bertugas di bandara berinisial FS, 1 oknum lainnya yang bertugas di Wisma Atlet Pademangan berinisial IG juga dinonaktifkan dari Komando Tugas Gabungan Terpadu.

Keduanya kini dikembalikan ke satuan masing-masing.

Penyidikan lebih lanjut nantinya akan ditangani oleh polisi militer.

Kabar kaburnya Rachel Vennya dari karantina ini terungkap di media social.

Rachel diduga hanya melakukan karantina selama tiga hari.

Bahkan ada yang memposting usai menjalani tes swab, Rachel langsung pulang.

Padahal sesuai aturan terbaru dari pemerintah, bagi warga negara yang baru tiba dari luar negeri wajib melakukan karantina selama 5 hari.

Baca Juga: Terkuak! Ini Sosok 2 Oknum TNI yang Bantu Rachel Vennya Kabur Saat Karantina
 

Penulis : Shinta Milenia

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
18:52
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19