Kompas TV nasional hukum

Usai Diperiksa, Rachel Vennya Minta Maaf dan Janji Ikuti Proses Hukum

Jumat, 22 Oktober 2021 | 00:12 WIB
usai-diperiksa-rachel-vennya-minta-maaf-dan-janji-ikuti-proses-hukum
Setelah diperiksa polisi, Rachel Vennya minta maaf dan berjanji akan ikuti proses hukum. (Sumber: Instagram/@rachelvennya)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Selebgram Rachel Vennya menemui awak media setelah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya terkait aksi kaburnya saat karantina di RSDC Wisma Atlet Pademangan, Jakarta Utara.

Dalam kesempatan itu, Rachel menyampaikan permohonan maafnya atas apa yang dilakukannya bersama sang kekasih Salim Nauderer dan manajernya Maulida Khairunnia.

"Saya, Maulida, dan Salim ingin menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya pada semua masyarakat atas semua kesalahan dan kekhilafan kami, dan juga sudah meresahkan masyarakat," kata Rachel di Polda Metro Jaya, Kamis (21/10/2021) malam. 

Tak hanya itu, ibu dua anak ini juga mengungkapkan akan mengikuti semua proses hukum ini dengan kooperatif.

"Kami juga akan menjalani proses hukum yang berlaku, terima kasih dan mohon doanya," ungkap Rachel. 

Sementara itu, kuasa hukum Rachel Vennya, Indra Raharja mengungkapkan kliennya dicecar dengan 35 pertanyaan oleh penyidik. 

Meski demikian, Indra enggan merinci pertanyaan apa saja yang diberikan ke kliennya tersebut. 

"Rachel sendiri ada sekitar 35 pertanyaan. Ini terkait hal-hal yang sifatnya kronologis, apa yang diketahui, alami, dan disaksikan oleh klien kami sudah disampaikan kepada pihak kepolisian," jelasnya. 

Sementara terkait apakah Rachel Vennya sempat melakukan karantina di Wisma Atlet atau tidak, Indra enggan berkomentar. 

Baca Juga: Kodam Jaya Bantah Rachel Vennya Tak Pernah Diisolasi di Wisma Atlet: Dia Datang, tapi Keluar Lagi

Penulis : Isnaya Helmi | Editor : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Kompas.com



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
23:20
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19