Kompas TV regional kriminal

Terungkap, Pinjol Kenakan Bunga Harian ke Nasabah Sampai 10%, Utang Rp5 Juta Bisa Jadi Rp80 Juta

Kamis, 21 Oktober 2021 | 19:19 WIB
terungkap-pinjol-kenakan-bunga-harian-ke-nasabah-sampai-10-utang-rp5-juta-bisa-jadi-rp80-juta
ILUSTRASI: Pinjaman Online (Pinjol). (Sumber: Shutterstock)

BANDUNG, KOMPAS.TV - Polda Jawa Barat mengungkap hasil pengembangan kasus penggerebekan kantor pinjaman online (pinjol) ilegal di Yogyakarta beberapa waktu lalu.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar Kombes Arif Rachman mengatakan, dari hasil pemeriksaan, penyidik mendapati fakta bahwa pihak pinjol ilegal ini menyasar pasar untuk nasabah skala mikro.

Baca Juga: Polisi Tangkap 45 Tersangka Kasus Pinjol Ilegal dalam Satu Minggu

Namun, yang membuat nasabah mengalami kerugian besar adalah pihak pinjol ilegal mengenakan bunga yang kepada nasabah dengan hitungan harian.

Tak hanya itu, bahkan besaran bunga yang dikenakan kepada nasabah ada yang sampai 10 persen per harinya, sehingga nasabah harus membayar bunga cukup besar.

"Jadi sebenarnya, pasar dari pinjol ini adalah sangat kecil ya mikro jadi ada yang Rp2 juta, Rp5 juta kemudian Rp10 juta," kata Kombes Arif saat jumpa pers di Mapolda Jabar, Kamis (21/10/2021).

Baca Juga: Polda Jabar Tetapkan 8 Tersangka dari Kasus Sindikat Pinjol Ilegal

"Tapi bunganya yang memang sangat fantastis karena dihitung per hari."

Saat disinggung besaran bunga yang diterapkan pinjol ilegal ini, Arif mengatakan, bunga tersebut tergantung dari kesepakatan antara nasabah dan pihak pinjol.

"Saya masih klarifikasi nih ada yang 4 persen, 10 persen, itu tergantung kesepakatan mereka gitu. Jadi ini masih variatif, tapi yang jelas bunganya per hari dan sangat fantastis," ucapnya.

Penulis : Tito Dirhantoro | Editor : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Kompas.com



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
08:59
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19