Kompas TV olahraga kompas sport

Arema FC Imbau Aremania Tahan Diri usai Insiden Perusakan Bus di Yogyakarta

Kamis, 21 Oktober 2021 | 18:32 WIB
arema-fc-imbau-aremania-tahan-diri-usai-insiden-perusakan-bus-di-yogyakarta
Bus milik Arema FC diserang sekelompok orang tak dikenal menggunakan batu, rantai gir, hingga kunci inggris. (Sumber: Instagram @juragan_99)

MALANG, KOMPAS.TV - Arema FC mengimbau kepada Aremania untuk bisa menahan diri dan tidak terpancing setelah kejadian penyerangan dan perusakan bus milik klub.

"Kami mengimbau kepada Aremania, pecinta Arema, di mana pun berada untuk menahan diri. Kita sangat ingin menjaga kekondusifan serta menyelamatkan kompetisi," kata Media Officer Arema FC Sudarmaji, dikutip dari Antara, Kamis (21/10/2021).

Sudarmaji mengutuk keras perusakan bus yang terjadi di tengah kompetisi, karena mencederai semangat kompetisi.

"Kami sangat menyayangkan, dan mengutuk kejadian tersebut karena mencederai semangat kompetisi. Arema FC akan berkirim surat ke PSSI dan LIB, agar segera menindaklanjuti supaya tidak timbul reaksi dari kejadian itu," kata Sudarmaji

Selain melaporkan ke PSSI, Arema FC juga telah melaporkan insiden ini secara resmi ke pihak kepolisian supaya bisa ditindaklanjuti secara hukum.

"Secara resmi kami sudah sudah melaporkan kejadian ini ke PSSI, juga ke pihak berwajib agar diproses secara hukum," ungkap Sudarmaji.

Lebih lanjut, Sudarmaji juga menegaskan, dalam gelaran kompetisi Liga 1 di musim ini sudah jelas bahwa suporter tidak bisa hadir di stadion akibat pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

"Regulasi kompetisi yang dengan tegas melarang suporter tidak hadir di stadion harusnya juga disikapi dengan bijak, tidak ada alasan gesekan dalam hal apa pun karena semangat sepak bola adalah semangat kebersamaan. Terlebih, saat ini pandemi belum usai," pungkas Sudarmaji.

Baca Juga: Bus Arema FC Diserang, Pelaku Gunakan Batu, Rantai Gir, hingga Kunci Inggris

Arema FC yang tengah melakukan persiapan jelang laga Liga 1 menghadapi Persiraja Banda Aceh pada Sabtu (23/10/2021) di Stadion Maguwoharjo, Sleman, mendapatkan kejadian yang kurang mengenakkan.

Penulis : Rizky L Pratama | Editor : Hariyanto Kurniawan

Sumber : Antara



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
11:22
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19