Kompas TV regional hukum

Sambil Menangis, Terdakwa Kasus Sate Sianida Bantul Ungkapkan Perasaan kepada Aiptu Tomi

Kamis, 21 Oktober 2021 | 17:07 WIB
sambil-menangis-terdakwa-kasus-sate-sianida-bantul-ungkapkan-perasaan-kepada-aiptu-tomi
Aiptu Tomi Astanto akhirnya hadir dalam persidangan. Tomi merupakan target sate sianida yang dikirim terdakwa Nani Apriliani (25). (Sumber: Switzy Sabandar/KOMPAS.TV)

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Dalam persidangan kasus sate sianida dengan terdakwa Nani Apriliani (25) di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Kamis (21/10/2021), akhirnya terungkap hubungan asmara antara Tomi dan Nani Apriliani. Aiptu Tomi Astanto, anggota Reskrim Polresta Yogyakarta hadir sebagai saksi dalam persidangan kasus sate sianida.

Persidangan itu mempertemukan Tomi dan Nani secara daring. Nani Apriliani mengikuti persidangan dari Lapas Perempuan Wonosari, Gunungkidul.

Dalam kasus sate sianida yang menewaskan anak seorang ojek online (ojol) ini, jaksa mendakwa Nani dengan Pasal 340 KUHP. Selain itu, terdakwa juga dijerat pasal lain, yakni pasal 338 KUHP subs 353 ayat (3) subs 351 ayat (3) KUHP. Kemudian Pasal 80 ayat (3) jo Pasal 78C UU RI Nomor 35 tentang perubahan Undang-Undang 23 2002 dan/atau Pasal 359 KUHP.

Baca Juga: Sidang Kasus Sate Sianida Bantul, Ini Pengakuan Tomi, Anggota Polisi yang Jadi Target Sasaran

Di tengah persidangan, Nani meminta izin kepada Hakim Aminuddin untuk mengungkapkan perasaannya. Hakim pun menyetujui permintaan Nani.

Begini ungkapan perasaan Nani yang diucapkannya sembari menangis dalam persidangan.

“Terima kasih untuk tahun-tahun yang kita lalui bersama dengan penuh cinta, kasih sayang, dan perhatian yang luar biasa. Hingga saya menyadari, di balik itu semua, kamu menyimpan kebohongan yang luar biasa. Mulut manismu berbisa.”

Kasus sate sianida Bantul ini menewaskan seorang anak ojek online di Bantul pada April 2021. Nani sebenarnya ingin mengirimkan sate sianida itu kepada Tomi. Ia meminta tolong pengemudi ojek online untuk mengirimkan paket sate sianida itu ke rumah Tomi.

Baca Juga: Asmara Tomi dan Nani Apriliani Berujung Sate Sianida di Bantul, Begini Kisahnya

Namun, Tomi yang tidak sedang berada di rumah berpesan kepada istrinya untuk tidak menerima sate itu dan mengembalikan ke si pengirim. Tomi menolak kiriman itu karena ia merasa tidak mengenal si pengirim. Nani mengirimkan paket sate sianida itu dengan nama Hamid di Pakualaman.

Penulis : Switzy Sabandar | Editor : Vyara Lestari

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
17:29
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19