Kompas TV nasional peristiwa

Mantan Wakalemdiklat Polri Sebut Pelanggaran Anggota Polisi karena Kurang Pembinaan dan Pengawasan

Kamis, 21 Oktober 2021 | 11:41 WIB
mantan-wakalemdiklat-polri-sebut-pelanggaran-anggota-polisi-karena-kurang-pembinaan-dan-pengawasan
Mantan Kapolda Jawa Barat Irjen (purn) Anton Charliyan menanggapi soal pelanggaran SOP anggota Polri yang belakangan menjadi sorotan, Rabu (20/10/2021). (Sumber: KOMPAS TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Mantan Wakil Kepala Lemdiklat Polri Anton Charliyan menyayangkan adanya pelanggaran prosedur anggota Polri yang belakangan menjadi sorotan publik.

Ia menilai bahwa pelanggaran oknum anggota Polri karena berkurangnya pembinaan dan pengawasan internal.

Meski pembinaan dan pengawasan menurun, seharusnya anggota Polri sudah menyadari konsekuensi dari pelanggaran tersebut.

Sebab, Polri salah satu institusi yang menjalankan pengawasan berganda. Di internal saja ada Propam, Itwasum, serta ada atasan yang berhak menghukum.

Baca Juga: Kinerja Polri Disoroti, Kapolri: Jangan Antikritik

"Ketika ada pelanggaran anggota ini akan kena hukuman internal, disiplin, kode etik, dan apabila ada unsur pidana terkena juga hukum pidana. Jadi ketika kalau ada pelanggaran hukumannya jadi bertubi," ujar Anton saat dihubungi, Rabu (20/10/2021).

Anton menambahkan, setiap anggota Polri semestinya menjadikan pengayom, pelayan dan pelindung masyarakat sebagai pedoman dalam menjalankan tugas.

Di sisi lain, anggota Polri juga berperan sebagai penegak hukum yang sifatnya memaksa.

Jika sisi humanis dalam pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat tidak seimbang dengan sifat memaksa maka akan muncul pelanggaran disiplin.

"Ini ada kode etik, ada profesional, kode etik dan profesional ini harus seimbang kalau tidak seimbang profesional saja tanpa etika ini berbahaya. Inilah kerumitan dari pada Polri," ujar mantan Kapolda Jawa Barat itu.

Penulis : Johannes Mangihot | Editor : Fadhilah

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
08:24
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19