Kompas TV nasional politik

2 Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin, Survei SMRC: Kondisi Politik Memburuk

Rabu, 20 Oktober 2021 | 10:51 WIB
2-tahun-pemerintahan-jokowi-ma-ruf-amin-survei-smrc-kondisi-politik-memburuk
Kolase foto Joko Widodo-Maaruf Amin. Hasil Survei SMRC menunjukkan kondisi politik di Indonesia selama dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin memburuk. (Sumber: Kompas.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) memaparkan hasil survei teranyar terkait 2 tahun pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

Hasil survei SMRC mengungkapkan penilaian publik terhadap kondisi politik Indonesia cenderung memburuk di dua tahun awal periode kedua Jokowi-Ma'ruf. 

"Kondisi politik dinilai memburuk dalam dua tahun terakhir," kata Direktur Eksekutif SMRC, Sirojudin Abbas saat menjelaskan hasil survei SMRC secara daring, Selasa (19/10/2021). 

Sirojudin memaparkan dalam survei teranyar ini, jumlah responden yang menilai kondisi politik nasional sangat baik atau baik hanya 26,8 persen.

Angka ini, kata dia, menurun drastis jika dibandingkan dengan survei pada September 2019 yakni sebesar 41 persen. 

Sebaliknya, peningkatan penilaian negatif atau penilaian buruk atas kondisi politik ini justru mengalami kenaikan dari 14,5 persen menjadi 24,4 persen.

Sementara sebanyak  37,1 persen responden menilai kondisi politik nasional biasa saja dan 11,7 persen menjawab tidak tahu.

"Secara umum kalau kita lihat memang cenderung memburuk," ungkap Sirojudin. 

Baca Juga: 2 Tahun Jokowi-Ma'ruf, PKS Sorot Utang Tersembunyi RI ke China hingga Penegakan Hukum Lemah

Berkebalikan dengan politik, Sirojudin menyampaikan bahwa kondisi keamanan nasional dinilai lebih positif.

Penulis : Isnaya Helmi | Editor : Gading Persada

Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
22:27
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19