Kompas TV internasional kompas dunia

Ribuan Tahanan Politik Myanmar Dibebaskan, tapi Beberapa Diantaranya lalu Ditangkap Lagi

Rabu, 20 Oktober 2021 | 05:50 WIB
ribuan-tahanan-politik-myanmar-dibebaskan-tapi-beberapa-diantaranya-lalu-ditangkap-lagi
Sejumlah tahanan yang dibebaskan dari Penjara Insein melambaikan tangan saat melangkah keluar dari bus di Yangon, Myanmar, Selasa (19/10/2021). Pembebasan ribuan tahanan ini dilakukan menyusul pengumuman pemberian amnesti oleh pemimpin junta militer Jenderal Min Aung Hlaing pada Senin (19/10/2021). (Sumber: AP Photo)

NAYPYIDAW, KOMPAS.TV – Rezim militer Myanmar membebaskan lebih dari 5.600 tahanan politik pada Selasa (19/10/2021). Pembebasan ribuan tahanan ini dilakukan menyusul pengumuman pemberian amnesti oleh pemimpin junta militer Jenderal Min Aung Hlaing, Senin (18/10) kemarin.

Namun, sejumlah tahanan yang dibebaskan kemudian ditangkap kembali atas tuduhan melanggar hukum terorisme.

Melansir Associated Press, pemberian amnesti itu termasuk 1.316 narapidana di seantero Myanmar dan 4.320 tahanan lain yang tengah menanti persidangan

Namun, 11 dari 38 orang yang dibebaskan pada Senin malam dari Penjara Meiktila di Mandalay di Myanmar tengah kembali ditangkap di gerbang penjara.

Mengutip The Irrawaddy, hal itu diungkap salah seorang anggota keluarga tahanan yang tidak disebutkan namanya atas alasan keamanan.

Baca Juga: Junta Militer Myanmar Janjikan Pembebasan Lebih dari 5.000 Tahanan Pengunjuk Rasa Penentang Kudeta

Mereka yang kembali ditangkap termasuk para anggota dan pejabat Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), partai pemimpin terguling Aung San Suu Kyi, dan sejumlah aktivis politik anggota gerakan mahasiswa Generasi ’88.  

Sumber NLD menyebut, 11 orang yang kembali ditangkap itu akan didakwa atas tuduhan percobaan terorisme dan keterkaitan dengan kelompok teroris di bawah Hukum Kontraterorisme. Jika terbukti bersalah, mereka terancam hukuman hingga 7 tahun penjara.

U Lwin Maung Maung, yang terpilih sebagai anggota parlemen daerah Mandalay pada 2020 dari partai NLD, ditangkap oleh polisi pada Senin sekitar pukul 6 sore.

“Saya melihat Lwin di gerbang penjara, tapi polisi lalu membawanya ke kantor polisi dekat Penjara Meiktila setelah ia dibebaskan. Beberapa orang lainnya juga ditangkap (kembali) bahkan sebelum tiba di rumah mereka,” tutur seorang sumber yang berada di depan penjara saat para tahanan dibebaskan.

Penulis : Vyara Lestari | Editor : Gading Persada

Sumber : Associated Press/The Irrawaddy



BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Warga Bergegas Menyelamatkan Diri

Minggu, 5 Desember 2021 | 00:53 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
05:14
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19