Kompas TV internasional kompas dunia

Foto PM Narendra Modi Nongol di Sertifikat Vaksin, Warga India: Dia Ngapain?

Selasa, 19 Oktober 2021 | 22:36 WIB
foto-pm-narendra-modi-nongol-di-sertifikat-vaksin-warga-india-dia-ngapain
Sertifikat vaksin Covid-19 India yang menampilkan foto Perdana Menteri Narendra Modi. (Sumber: Getty Images via BBC)

NEW DELHI, KOMPAS.TV - Seorang warga Kerala, India memprotes tampilan sertifikat Covid-19 yang memuat foto Perdana Menteri (PM) Narendra Modi. Ia pun menuntut kebijakan tersebut ke pengadilan.

Ia mempertanyakan apa peran dan kepentingan Modi sehingga muncul di sertifikat vaksin.

Warga bernama Peter M tersebut meminta sertifikat baru tanpa foto PM. “Itu melanggar hak fundamental saya,” kata Peter dikutip BBC.

Baca Juga: Perdana Menteri Pakistan Tuduh Modi Ingin Musnahkan Muslim di India

Peter sendiri merupakan aktivis keterbukaan informasi sekaligus anggota partai oposisi India.

“Dengan menambahkan fotonya di sertifikat saya, dia melanggar area pribadi saya sebagai warga negara. Ini inkonstitusional dan saya meminta perdana menteri yang terhormat untuk menghentikan kebijakan yang keliru dan memalukan ini,” imbuh Peter.

Sebelumnya, kementerian kesehatan India berargumen bahwa foto Modi dibutuhkan untuk “menarik perhatian publik” demi kelancaran vaksinasi. Narendra Modi diketahui merupakan pemimpin populis di India, terutama di kalangan mayoritas Hindu.

Akan tetapi, Peter membantahnya dengan menyebut orang yang mau divaksin sudah tahu manfaat vaksinasi. Jadi, alasan dalih foto Modi sebagai kampanye vaksinasi dianggapnya tidak bisa diterima.

“Pak Modi bukanlah PM pertama kita. Kampanye melawan Covid-19 dan program vaksinasi sedang diproyeksikan sebagai pertunjukan satu orang, sebuah alat propaganda bagi sang perdana menteri,” tuduh Peter.

Peter dijadwalkan menghadiri pengadilan untuk menjelaskan tuntutannya pada pekan depan.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim | Editor : Vyara Lestari

Sumber : BBC



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
13:24
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19