Kompas TV klik360 sinau

Awas! Fenomena Panjat Sosial dalam Lingkaran Pergaulan

Selasa, 19 Oktober 2021 | 17:50 WIB

KOMPAS.TV- Manusia pada dasarnya butuh interaksi dengan orang lain. Salah satunya misalnya, masuk atau membuat lingkaran pertemanan. Dengan semangat saling membantu dan mendukung satu dengan yang lainnya. Dalam lingkaran pertemanan, baiknya dilandasi hati yang tulus. Sayangnya, ada pertemanan yang cenderung didasari oleh kepentingan menaikan status mereka sendiri.

Orang-orang ini dikenal dengan sosial climber atau panjat sosial. Melansir kompas.com panjat sosial adalah, istilah untuk orang yang memanfaatkan pertemanannya, untuk meningkatkan status sosialnya. Mereka cenderung berteman dengan orang yang diyakini populer.

Perilaku panjat sosial berasal dari rasa kurang percaya diri dan tendensi membandingkan diri dengan orang lain.

Ciri-ciri orang panjat sosial

1.Memegang kendali dalam kelompok pertemanan. Mereka, tidak ragu membuang, mengganti teman dalam kelompok, agar posisinya tetap aman di dalam lingkaran pertemanan itu.

2.Tidak dapat dipercaya, masalahnya, mereka melakukan segala cara untuk sampai ke puncak. Bahkan cara yang kurang menyenangkan.

3.Kurang empati, biasanya, sosial climber narsis dan egois. Mementingkan diri sendiri, agar tetap terlihat di kelas atas.

4.Senang memanfaatkan teman, seringnya, menggunakan prestasi, ketenaran orang lain untuk keuntungan pribadi.

5.Penampilan nomor satu, mereka, berusaha keras berpenampilan layaknya orang yang status sosialnya tinggi.

6.Selektif dalam memilih teman, selalu berusaha untuk masuk dalam lingkaran orang “penting’’. Agar ikut dianggap orang penting, padahal sesungguhnya bukan. 

Baca Juga: 5 Tips Memompa ASI untuk Wanita Pekerja

https://www.kompas.tv/article/223197/5-tips-memompa-asi-untuk-wanita-pekerja 

Grafis: Joshua Victor

Penulis : Sunbhio Pratama

Sumber : diolah dari berbagai sumber



BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Budidaya Ikan Lele Organik

Senin, 6 Desember 2021 | 19:43 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
20:17
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19