Kompas TV regional berita daerah

Waspada, Pemalsuan Data Untuk Buka Rekening Bank

Selasa, 19 Oktober 2021 | 11:32 WIB

SEMARANG, KOMPAS.TV - Tidak terima data dokumen pribadinya digunakan untuk membuka rekening bank, pasangan suami istri warga Dempel Baru Permata, Muktiharjo, Kota Semarang meminta bantuan hukum di Kedai Kopi Law Semarang atas kejadian yang dialaminya.

Awalnya, Whina Whiniati warga Dempel Baru Permata, Muktiharjo, Kota Semarang, merasa curiga karena sering di datangi orang pajak. Kecurigaan itu kemudian ditindak lanjuti dengan mendatangi bank yang ada di kawasan Banget Ayu, yang dulu ia pernah buka rekening bank.

Namun, Whina terkejut karena diberitahu pihak bank jika ada dua rekening bank masih aktif atas nama dirinya di bank yang berlokasi di Jalan Patimura, padahal ibu muda ini tidak pernah membuka nomor rekening baru di bank tersebut.

Mendengar pengakuan Whina, lembaga bantuan hukum Kedai Kopi Law Semarang akan melayangkan somasi kepada bank tersebut atas dugaan penyalahgunaan dokumen. Jika tidak ada kejelasan dalam batas waktu yang ditentukan dengan terpaksa selanjutnya berencana akan melayangkan gugatan.

"Adanya pemalsuan data, pembukaan rekening tabungan yang tanpa diketahui klien kami yang diduga dilakukan oleh Bank BRI cabang Patimura, Semarang. Awal mulanya, klien kami ini mendapat tagihan dari pajak penghasilan, karena merasa janggal dengan tagihan tersebut maka klien kami melakukan kroscek (13/10/2021) ke setiap tabungan miliknya, salah satunya tabungan Bank BRI. Ternyata, dari customer service yang bertugas, klien kami masih memiliki dua rekening yang berbeda dan masih aktif sampai saat ini," kata Hendrikus Deo Peso, kuasa hukum.

"Dipakai tiga orang, atas nama saya. Tapi untuk transaksinya atas nama mereka bertiga, nggak kenal sama sekali," ujar Whina Whiniati.

Selama ini dari dua rekening atas namanya itu telah digunakan oleh 3 orang untuk transaksi dengan nilai transaksi hingga ratusan juta setiap bulannya. Ibu warga Dempel Baru ini mengaku belum ada kerugian atas kejadian tersebut, namun dia mengaku kuatir jika data dokumen pribadinya disalahgunakan orang lain.

#semarang #penyalahgunaandata #bantuanhukum

Penulis : KompasTV Jateng

Sumber : Kompas TV Jateng



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
09:15
LINTASAN BALAP MOBIL TERTUA DI JERMAN, SIRKUIT F1 NURBURGRING, JADI PUSAT LOGISTIK BANTUAN BANJIR   MANTAN ANGGOTA DPRD KERINCI, JAMBI, YUSUF SAGORO, DITANGKAP SETELAH 13 TAHUN JADI BURONAN KASUS KORUPSI   SEBANYAK 23,8 TON IKAN NILA DI KERAMBA JARING APUNG DANAU BATUR, BANGLI, BALI, MATI AKIBAT KERACUNAN BELERANG   TAMAN NASIONAL ALAS PURWO DI BANYUWANGI, JATIM, PERPANJANG MASA PENUTUPANNYA HINGGA 25 JULI 2021   PENUTUPAN 8 RUAS JALAN UTAMA DI SOLO DIPERPANJANG HINGGA 25 JULI 2021 SEIRING PENERAPAN PPKM   PEMKAB PURBALINGGA UBAH RSUD GOETENG TAROENADIBRATA JADI RS KHUSUS COVID-19, DAYA TAMPUNG MENCAPAI 232 PASIEN   MENKO MARVES LUHUT BINSAR PANDJAITAN OPTIMISTIS KEKEBALAN KELOMPOK BISA TERCAPAI PADA AKHIR TAHUN INI   PEMKOT BEKASI TUNGGAK INSENTIF TENAGA KESEHATAN DI DINKES YANG TANGANI COVID-19 PERIODE JANUARI-MEI 2021   SEBANYAK 22 KG ORGAN HEWAN KURBAN TAK LAYAK KONSUMSI DI JAKARTA PUSAT DIMUSNAHKAN PETUGAS   KREMATORIUM UNTUK JENAZAH COVID-19 DI TPU TEGAL ALUR, JAKBAR, DITARGETKAN BISA DIGUNAKAN PADA JUMAT, 23 JULI 2021   SEKJEN DPR INDRA ISKANDAR SEBUT 511 ORANG DI DPR POSITIF TERINFEKSI COVID-19, 346 DI ANTARNYA TELAH NEGATIF   RANGKAP JABATAN SEBAGAI KOMISARIS DI SALAH SATU PERUSAHAAN BUMN, REKTOR UI ARI KUNCORO PUNYA HARTA KEKAYAAN RP 52,4 M   TEMUKAN MALAADMINISTRASI PROSES TWK, OMBUDSMAN RI: KPK HARUS KOREKSI PROSES ALIH STATUS PEGAWAI KPK   KAPOLRI JENDERAL LISTYO SIGIT PRABOWO MINTA JAJARANNYA BANTU PERCEPAT PENYALURAN BANSOS SELAMA PANDEMI COVID-19